ALL Apartemen dan Kos

Apartemen Tanpa Nama yang Meresahkan Warga

Pembangunannya sudah berjalan setengah, tapi apartemen di samping Lippo Plaza, daerah batas kota ini belum memiliki nama. Bahkan warga sekitar tidak mengetahui secara jelas pembangunan gedung besar di Jalan Bimo Suko RT 19, RW 01 Caturtunggal, Sleman itu. Mereka hanya bisa merasakan dampak pembangunannya.

Macet, debu, dan bising adalah “konsumsi” setiap hari warga di Jalan Cendani. Rutinitas pembangunan apartemen tanpa nama itu mengganggu ketenangan dan aktivitas warga.

“Saya tidak bisa beristirahat. Mereka (para tukang) bekerja sampai malam hari. Saya bangun pukul 3 dini hari, mereka bekerja lagi”, ujar pemilik soto ayam Marmo yang tinggal di Demangan GK 1, samping apartemen tanpa nama itu.

Tidak hanya itu, pengembang apartemen  itu tidak memberikan pembatas atau jarak terhadap rumah warga. Bahan bangunan tepat berada di belakang rumah warga. Tak jarang material jatuh ke rumah warga.

loading...

Menurut salah satu warga sekitar, beberapa hari yang lalu material apartemen tanpa nama itu mengenai penghuni kos (perempuan). Akan tetapi, warga tidak melakukan protes terhadap pihak pekerja bangunan. Hal ini, menurut warga, disebabkan mayoritas warga adalah pendatang. Surat Izin Gangguan pun tidak mereka ketahui secara jelas.

“Kami hanya mendapatkan uang ganti rugi. Untuk masalah surat-suratnya, hanya warga lokal dan pemilik rumah tetap. Tetapi, kami yang paling banyak merasakan dampaknya”, ujar pemilik warung makan belakang apartemen yang tidak mau menyebutkan namanya.

Selain suara bising, hal yang paling dirasakan warga sekitar adalah macet. Truk besar pengangkut barang dipaksakan masuk di jalan kecil tempat lalu lintas warga, yang menimbulkan macet dalam waktu yang lama. Di musim kemarau ini, debu di mana-mana. Saat turun hujan, jalanan licin akibat pasir dan tanah bangunan apartemen.

Masyarakat berharap bahwa dampak sosial yang merasakan saat ini bisa sampai di telinga pemerintah ataupun pihak berwajib. Keinginan mereka adalah rasa nyaman dalam menjalani keseharian, walaupun mereka hanya warga pendatang.

loading...

About the author

bateedolce

bateedolce

13/345733/SP/25563