ALL Tata Kota

Bank Sampah Mitra Insani, Ramah Lingkungan dan Ekonomis

Uswatun Chasanah, salah satu pengelola Bank Sampah Mitra Insani, sedang menimbang sampah milik nasabah yang sudah dipiih.
Ryma Aulia
Written by Ryma Aulia

Yogyakarta bukanlah kota yang istimewa dalam mengelola sampah rumah tangga. Sebagian besar warganya masih mencampurkan sampah yang bisa didaur ulang dan yang tidak. Namun, sejumlah bank sampah telah merintis pengelolaan sampah yang ramah lingkungan sekaligus ekonomis. Salah satunya Bank Sampah Mitra Insani di Kampung Kauman, Ngupasan. Dengan 126 nasabah, rata-rata tabungan nasabahnya mencapai Rp 300.000,- per tahun.

Siti Askiyah Vitayati, Direktur Pengelola Bank Sampah Mitra Insani, mengatakan banyak sekali sampah rumah tangga yang sesungguhnya berharga. “Daripada dibuang, bawa sampah ke bank sampah, lalu timbang. Jenis sampah yang banyak ditabung adalah sampah anorganik seperti kardus, plastik, botol, kertas dan kaleng minuman,” kata Askiyah.

Sampah milik nasabah yang sudah dipilah dan dipiih akan disetorkan kepada pengepul untuk dikonversi menjadi uang.

Sampah milik nasabah Mitra Insani yang siap disetorkan kepada pengepul.

Berdiri pada 2013, Mitra Insani juga merupakan satu-satunya bank sampah di Yogyakarta yang menerima tabungan berupa pecahan kaca dan minyak goreng bekas. Jelantah ini kemudian disetorkan kepada LSM Paluma untuk diolah kembali menjadi biodiesel. Mereka pun menerima sampah anorganik yang tidak memiliki nilai jual, yang kemudian mereka kelola menjadi pigura, mangkok, dan tas.

Banyak nasabah mengaku senang menabung di Mitra Insani, yang berlokasi di Jalan Kauman No.44, Ngupasan. Selain karena uang yang dihasilkan, pelayanan dari pengelola yang memuaskan menjadi nilai tambah. “Saya sering menabung di sini. Daripada sampah nganggur di rumah, lebih baik ditabung ke bank sampah. Selain menyumbang untuk lingkungan, hasilnya juga lumayan,” kata Addinta Bunga, warga Sosrowijayan yang datang ke Kauman untuk menabung sampah.

Dari 126 nasabah Mitra Insani, tabungan nasabah tertinggi mencapai  Rp 980.000,-, dengan rata-rata tabungan nasabah sekitar Rp 300.000,- per tahun. Askiyah berkata tabungan dapat diambil dua kali setahun, yaitu akhir tahun dan ketika puasa ramadhan. Menurut Askiyah, uang hasil tabungan ini sangat bermanfaat bagi nasabah, khususnya dengan ekonomi menengah ke bawah.

Bank Sampah Mitra Insani mendapat dukungan dari Kampung Kauman, LSM Paluma, dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta. Meskipun usianya belum dua tahun, nasabahnya berasal dari banyak tempat seperti Bantul, Sleman, bahkan Gunung Kidul. Untuk menjadi nasabah, warga hanya perlu membawa satu buah fotokopi Kartu Tanda Penduduk dan C1. Selanjutnya, nasabah dapat menabung sampahnya setiap Kamis pukul sembilan pagi hingga dua belas siang.

Berdasarkan data BLH, sampai saat ini sudah ada 315 bank sampah yang dimiliki rukun warga di Kota Yogyakarta. Jumlah rukun warga di Kota Yogyakarta adalah 614, artinya sampai saat ini masih ada sekitar 300 bank sampah lain yang bisa didirikan. BLH Kota Yogyakarta menargetkan pendirian minimal satu bank sampah di tiap rukun warga pada 2016 nanti.

Untuk meningkatkan layanannya, Bank Sampah Mitra Insani juga bekerja sama dengan Radio Saka FM sebagai media promosi. Di radio komunitas Kauman ini, Mitra Insani memiliki jadwal rutin untuk menyiarkan pentingnya sekaligus manfaat nyata bank sampah bagi warga.

About the author

Ryma Aulia

Ryma Aulia