ALL Tata Kota

Cuaca Buruk, Warga Khawatir dengan Pohon Tumbang

Wita
Written by Wita


Ari Perwitasari

Selama dua bulan terakhir, hujan deras dan angin kencang sering melanda Yogyakarta, terutama di malam hari. Pada 22 April, Luapan air terjadi di beberapa tempat, seperti perkampungan di bantaran Kali Code dan Ring Road Utara. Bahkan ada satu korban tewas pada akhir Februari silam akibat pohon besar yang tumbang di depan RS.Bethesda. Pemerintah mengaku telah berusaha mengurangi kemungkinan kecelakaan akibat pohon tumbang.

Permintaan warga Kota Yogya untuk memangkas pohon telah masuk ke daftar pemeliharaan dan pemangkasan pohon Badan Lingkungan Hidup (BLH). Warga mengharapkan permintaan tersebut dapat segera ditindaklanjutin. “Saya takut dan khawatir jika hujan dan angin kencang datang, pohon mulai bergoyang dengan cepat seperti ingin tumbang,” kata Putri, warga yang tinggal di daerah Gondolayu.

Rini, Staf bagian perindangan BLH, mengatakan, “BLH telah melakukan pemeliharaan semaksimal mungkin dari dulu. Setiap hari kami melakukan pemangkasan pohon di Kota Yogya sesuai jadwal. Tetapi banyaknya permintaan warga membuat jadwal yang telah disusun keluar dari perencanaan, kami akhirnya mengutamakan pemangkasan pohon yang rawan tumbang di sekitar rumah warga.”

Pemangkasan pohon membutuhkan waktu yang tidak singkat, misalnya pohon yang besar membutuhkan waktu 2-3 hari.”Ini membuat para pekerja pemangkas pohon tidak dapat melakukan pengerjaannya di beberapa tempat dalam satu hari,” kata Rini.

Salah satu faktor terjadinya pohon tumbang ialah umur pohon. Banyak pohon yang umurnya tidak dapat dipastikan oleh siapa pun, termasuk BLH, sebab tidak ada yang mengetahui pasti kapan pohon tersebut mulai tumbuh. “Umur pohon berbeda-beda, ada yang berumur 30 tahun hingga 100 tahun. Pohon yang tumbang kemarin di Bethesda diperkirakan usianya 100 tahun,” Kata Rini.

Banyaknya pohon besar yang berada di kawasan Sudirman menjadi perhatian utama BLH. Pemangkasan pohon diperhitungkan butuh kurang lebih satu bulan. Sumardiono, mandor pemangkasan pohon, mengatakan,”Pohon yang tumbuh di kawasan ini sudah sangat besar dan memiliki daun yang lebat. Pemangkasan satu pohon bisa memakan waktu berhari-hari dengan beberapa pertimbangan antara lain besar pohon dan tingkat kesulitan.”

Kesulitan itu antara lain cuaca, ramai-tidaknya lokasi, dan keberadaan kabel listrik yang membuatnya harus berkoordinasi dengan PLN. Sumardiono juga menilai, jenis pohon yang bermacam-macam membuat tingkat pertumbuhan pohon di kawasan Sudirman berbeda.”Di kawasan ini pohon angsana memiliki tingkat pertumbuhan paling cepat di antara pohon lainnya. Dalam dua bulan, pohon ini bisa mencapai pertumbuhan hingga 3,5 meter, sedangkan pohon yang lain seperti asam jawa, glodokan, dan tanjung membutuhkan waktu yang lebih lama,” kata Sumardiono.

Sementara itu, Catur Putranto, Pegawai BII Maybank, berkata bahwa pemangkasan yang dilakukan BLH di kawasan ini memiliki keuntungan dan kerugian. “Keuntungannya bisa mengurangi kejadian pohon tumbang di kawasan yang setiap hari dipadati oleh kendaraan. Sedangkan kerugiannya akan berdampak pada warga Jogja yang menikmati car free day tiap hari Minggu. Kawasan ini menjadi tidak rindang lagi, hal ini bisa mempengaruhi tingkat keinginan warga untuk beraktivitas pada saat car free day, “ujarnya.

Meski tekesan terlambat, upaya BLH untuk meminimalisir kejadian pohon tumbang dengan melakukan pemangkasan pohon mendapatkan apresiasi warga. Warga Kota Yogya dan pemkot mengaharapkan kejadian pohon tumbang yang mengakibatkan korban tidak terulang kembali. “Kita lihat saja bagaimana hasilnya. Semoga pemangkasan pohon yang dilakukan dapat mengurangi keresahan warga terhadap bahaya pohon tumbang,” kata Catur.

About the author

Wita

Wita