ALL Apartemen dan Kos

GMC Health Center, Pilihan Utama Mahasiswa Rantau UGM

Plang GMC berdiri mantap.

Sejak berdiri pada 22 Mei 2002, GMC kini telah berkembang menjadi klinik primer BPJS. 

GMC Health Center telah lama menjadi pilihan utama layanan kesehatan bagi mahasiswa rantau UGM. Pusat kesehatan UGM ini memang tidak memungut biaya apa pun bagi mahasiswa UGM yang datang berobat. Cukup dengan menunjukkan kartu tanda mahasiswa, pasien akan langsung dilayani oleh tenaga medis yang terjadwal.

“Mudah sekali. Cukup menunjukkan KTM, lalu duduk sebentar, dan langsung diperiksa. Waktu mengambil obat juga cukup keluar ruangan, diberi resep, dan ambil obat,” kata Catharina Kania, mahasiswa rantau UGM yang pernah menggunakan layanan GMC Health Center.

GMC Health Center telah berkembang menjadi klinik primer BPJS mulai 1 Juni 2014. Fasilitas yang disediakan pun bertambah seperti mobil ambulans baru yang siap melakukan kunjungan dan rujukan. Sekarang pasiennya tak hanya mahasiswa UGM ataupun PNS, tetapi peserta BPJS juga bisa  melakukan mutasi fasilitas BPJS ke GMC Health Center.

GMC Health Center juga bekerja sama dengan 16 rumah sakit umum dan swasta untuk lebih mendukung keberadaannya dan mengantisipasi tindakan lebih lanjut untuk pasien.

loading...

Mahasiswa rantau UGM memang memercayakan RS Panti Rapih sebagai rumah sakit pilihan untuk dikunjungi dengan alasan jangkauan area. “Kalau tidak ke GMC, saya memilih untuk ke Panti Rapih atau Sardjito. Soalnya memang dekat dari kos saya sekarang,” ujar Aulia, salah satu mahasiswa rantau UGM yang menjadikan GMC Health Center prioritas utama penyedia layanan kesehatan .

Di samping segala kelebihan GMC Health Center, beberapa kali GMC Health Center melakukan kesalahan atas pelayanannya dengan mahasiswa. Salah satu mahasiswa rantau UGM yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan pengalamannya saat dokter GMC salah mendiagnosis keluhannya di perut.

“Ketika sampai di sana, saya diberitahu memiliki suatu penyakit yang tidak parah, lalu diberi obat. Tetapi sampai beberapa hari tidak sembuh. Saya lalu mencoba melakukan pemeriksaan ke Sardjito. Ternyata saya mengalami penyakit parah di usus,” katanya

Walaupun komentar negatif dan pengakuan mengenai salah diagnosa beredar di kalangan mahasiswa, namun Fransisca, mahasiswa rantau UGM, menyatakan diri bersikap netral saat mendengarnya. “Sejauh pengalaman saya dengan GMC, hal itu tidak pernah terjadiDan jujur saja, kabar itu tidak memengaruhi pilihan saya,” katanya.

Catharina Kania juga sependapat dengan Fransisca, dan memberikan saran, “Kalau ke GMC, sebaiknya untuk penyakit yang ringan saja.”

loading...

About the author

addinta

addinta