ALL

Hotel Budget yang Mengikis Pasar Hotel Non-bintang

hotel non bintang
nathasha
Written by nathasha

Dalam beberapa tahun terakhir, hotel budget atau bintang tiga ke bawah semakin populer di kalangan wisatawan yang berkunjung di Yogya. Pelayanan dan fasilitas prima dengan tarif kamar yang mencapai separuh dari tarif hotel bintang empat ke atas menjadi alasan utamanya. Hotel budget pun mulai menggusur eksistensi hotel non-bintang, yang sebagian besar dimiliki oleh penguasaha lokal.

Menurut data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Yogyakarta saat ini memiliki 80 hotel berbintang dengan total 8.500 kamar, dengan tingkat hunian 80 persen per tahun. Angka ini mendapat kontribusi besar oleh hotel budget di kawasan Maliboro seperti Pop! Hotel, Ibis Style Hotel, Fave Hotel, dan Gowongan Inn.

“Tingkat hunian hotel di daerah Malioboro di tahun 2013 saja sekitar 88 persen. Di tahun 2014 menurun dari 88 persen menjadi 86 persen. Itu artinya hotel berbintang di Yogya tidak pernah kosong,” kata Istidjab, Ketua PHRI DIY.

Tarif kamar yang ditawarkan hotel budget umumnya Rp 200.000,- hingga Rp 500.000,- per malam. Tarif ini tergolong sangat murah bagi hotel berbintang. Hotel budget di Yogya umumnya merupakan hotel bintang tiga, namun bila dibandingkan dengan hotel bintang empat, selisihnya  bisa mencapai 50 persen. Terkadang harga yang dipasang malah menyamai hotel non-bintang yang biasanya berkisar antara Rp 100.000m- dan  Rp 400.000,- per malam.

loading...
Foto : Pop! Hotel yang merupakan salah satu hotel budget di Yogya menampilkan tarif kamarnya di dekat jalur keluar mobil.

 Pop! Hotel yang merupakan salah satu hotel budget menampilkan tarif kamarnya di dekat jalur keluar mobil.

Pihak hotel non-bintang pernah menyampaikan keluhan terkait persaingan sengit mereka dengan hotel budget kepada pihak PHRI DIY. Pada 2013, PHRI menyampaikan keluhan penurunan tingkat hunian di hotel non-bintang kepada Wali Kota Yogya. Wali Kota pun akhirnya mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwal) yang membuahkan moratorium untuk membatasi pendirian hotel baru di Kota Yogya. Pembatasan dan larangan pembangunan hotel baru yang tertuang pada Perwal tersebut baru berlaku efektif Januari 2014.

Saat ini, sebagian besar hotel non-bintang tersebar di wilayah Malioboro , yang tergolong dalam zona ring 1, dan wilayah Kaliurang yang tergolong dalam zona ring 4 yaitu wilayah hotel resort. Hotel-hotel non-bintang ini cenderung mengandalkan high season (Mei sampai Desember) dan peak season (libur Lebaran, Natal, dan tahun baru), berbeda dengan hotel berbintang yang selalu ramai.

Sementara itu, di luar musim liburan, hotel bintang empat ke atas juga mengalami penurunan. Ketua PHRI, Istidjab, menjelaskan bahwa pemasukan mereka kebanyakan berasal dari pemakaian fasilitas MICE (meetings, incentives, conferencing, exhibitions) oleh para PNS. Namun sejak  adanya larangan rapat PNS di hotel oleh pemerintahan Jokowi, pemasukan mereka pun berkurang.

loading...

About the author

nathasha

nathasha

Banyak prioritas dan (entah mengapa) tertarik dengan kata "media"