ALL Hotel

Hotel Harus Berlangganan PDAM, Siapkah PDAM?

Lamia Putri
Written by Lamia Putri
  • Peraturan Wali Kota mewajibkan hotel menjadi pelanggan PDAM.
  • PDAM masih mengandalkan sumur air dalam, yang tidak cukup memenuhi kebutuhan hotel dan warga.
  • Berdasarkan data PHRI, satu kamar hotel memerlukan 380 liter air per hari, sementara satu rumah tangga hanya memerlukan 300 liter air per hari.

Pembangunan hotel yang marak di Yogya menimbulkan persoalan ketersediaan air bersih. Salah satu dampak adalah keringnya sumur-sumur warga Miliran akibat pengambilan sumur air dangkal yang dilakukan oleh Hotel Fave. Akibatnya, Pemerintah Kota Yogyakarta mengeluarkan Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2014 tentang penyediaan air baku untuk usaha perhotelan. Dalam peraturan itu, seluruh usaha perhotelan wajib menjadi pelanggan PDAM Tirtamarta. Namun, hingga kini, kesiapan PDAM Tirta Martha masih dipertanyakan.

Hal tersebut diungkapakan oleh Doni Prakasa Putra, Staf Pengajar Jurusan Geologi UGM. Ia mengatakan bahwa saat ini PDAM masih mengandalkan sumur air dalam miliknya. Untuk mengalirkan air dengan jumlah yang banyak, sumber air dalam itu tidak cukup.

“Untuk menerapkan peraturan ini, pemerintah harus membangun infrastruktur yang baik. Dengan demikian, semua warga Yogyakarta bisa terjamin mendapatkan aliran air,” kata Doni.

Kendala infrastrukrur ini juga disetujui oleh  Istidjab M. Danunagoro, Ketua PHRI. Ia mengatakan bahwa tidak semua hotel dilewati oleh pipa air dari PDAM. “Contohnya Grand Quality Hotel. Hotel ini belum bisa berlangganan dan sampai saat ini masih menggunakan sumur air dalam,” katanya. Untuk saat ini, hotel yang belum berlangganan memang masih menggunakan sumber air sumur dalam.

Akan tetapi, sumber air sumur dalam hanya bersifat sementara. Menurut Doni, jika sumber air sumur dalam terus disedot, ini akan memengaruhi sumber air warga yang menggunakan sumur dangkal.

Selain itu kebutuhan hotel akan air juga banyak. Berdasarkan data PHRI, satu kamar hotel memerlukan 380 liter air per hari. Sedangkan satu rumah tangga hanya memerlukan 300 liter air per hari.

Dadok Putra Bangsa, salah satu warga Miliran yang air sumurnya kering, mengatakan bahwa kebutuhan hotel akan air memang sangat besar. “Hotel bintang lima punya kolam renang. Padahal setiap berapa hari sekali harus dikuras. Belum lagi lagi kamar mandi hotel itu menggunakan bath-up yang butuh berliter-liter air,” kata Dadok.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirtamarta, Dwi Agus Triwidoo menyatakan PDAM siap untuk melayani kebutuhan air industri hotel. Saat ini, sumber air PDAM juga akan diambil dari Sungai Progo. Menurut Doni, jika hal itu dapat direalisasikan, ketersediaan air untuk warga tidak akan menjadi persoalan lagi.

Menanggapi hal itu, Elanto Wijoyono, penggiat Warga Berdaya, mempertanyakan fungsi dan peran PDAM. Ia mengatakan bahwa PDAM telah beralih fungsi menjadi pemasok indusri hotel. “Padahal warga Yogyakarta sendiri masih kekurangan air bersih dan belum semua berlangganan PDAM,” katanya. Saat ini, jumlah pelanggan PDAM Tirtamarta mencapai 33.700 orang dan sekitar 50 di antaranya adalah usaha perhotelan.

About the author

Lamia Putri

Lamia Putri

Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi UGM 2013 (13/345745/SP/25566)