ALL Iklan Luar Ruang

Baliho Berukuran Besar, Apakah Efektif?

baliho
Salah satu billboard yang terletak di Perempatan Sagan ini terbilang efektif dari segi lokasinya

Salah satu baliho yang terletak di perempatan Sagan ini termasuk efektif dilihat dari aspek lokasi.

Banyaknya iklan baliho yang memenuhi sudut-sudut Kota Yogyakarta saat ini pada akhirnya akan menimbulkan berbagai pertanyaan. Salah satunya adalah apakah penggunaan papan reklame tersebut sudah efektif dari aspek konten dan lokasi?

“Kalau efektifnya tidak bisa diukur langsung karena yang namanya baliho  itu kan investasi jangka panjang,” jelas Ade Budiati selaku Kepala Dupindo Advertising sewaktu ditemui di kantornya kemarin (17/3). Ia menjelaskan bahwa tidak mudah untuk mengukur langsung tingkat efektivitas dari penggunaan papan reklame sebagai media untuk beriklan. “Karena suatu iklan akan semakin berpengaruh jika sering dilihat,” tambah Halvin Oktriadi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, UGM 2013. Selain itu, Ade juga menambahkan bahwa sebetulnya efektivitas tersebut sangat bergantung pada target pasar yang dituju dan lokasi yang digunakan.

“Akan tetapi, tentang faktor yang membuat sebuah iklan luar ruang bisa dikatakan efektif atau tidak sebetulnya ada banyak,” ujar Ade. Ia mengatakan bahwa terdapat beberapa kunci efektivitas  suatu iklan yang menggunakan papan reklame, yaitu lokasi, ukuran, dan tampilan visual. “Selain itu, jangan lupa juga untuk memperhitungkan sudut pandangnya,” tambahnya. Keempat hal tersebut adalah syarat mutlak yang harus benar-benar diperhitungkan dalam beriklan di media luar ruang. “Iklan reklame yang paling ideal itu memiliki empat sudut pandang atau setidaknya tiga. Contohnya bisa dilihat di kawasan lampu merah ring road,” jelasnya lebih lanjut.

loading...

Tak jauh berbeda dengan Ade, Robert Rianto Widjaya bersama dua orang temannya menuliskan dalam sebuah jurnal bahwa efektivitas informasi iklan luar ruang dipengaruhi oleh empat hal. Keempat hal tersebut ialah visibilitas, waktu, tampilan, dan lokasi yang eksklusif dan tidak berdesak-desakan dengan baliho lainnya.

Aspek visibilitas itu  meliputi pemilihan jumlah teks, ukuran, dan juga bentuk. Pemegang peranan penting untuk aspek  visibilitas adalah ketepatan dalam membuat layout, ilustrasi, dan penekanan pesan. Kemudian, untuk segi waktu sendiri aspek yang berperan penting adalah ukuran huruf dan hierarki teks. Sedangkan untuk tampilan, Roberto menuliskan bahwa tampilan iklan luar ruang harus menarik dan unik. Tampilan yang menarik dan unik tersebut diartikan dengan desainnya yang tidak rumit dan eye catching.

Melihat begitu banyaknya iklan dengan papan reklame yang terdapat di kawasan Kota Jogja, Ade mengatakan bahwa belum ada iklan yang dapat dikatakan ideal. “Terlalu banyak iklan di Jogja, sehingga tidak bisa dibilang ideal. Lokasinya bagus, tapi iklannya banyak,” ujarnya. Lebih jauh ia mengatakan bahwa idealnya di suatu kawasan titik reklame yang bersebelahan baiknya hanya dua titik saja. “Kalau sudah lebih dari dua, itu sudah tidak efektif lagi karena orang yang melihat kemudian menjadi tidak fokus,” tegasnya.

Hal tersebut serupa dengan penjelasan Febriana Suci Prita, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM 2013. “Belum semua iklan reklame mengacu pada sistem komunikasi yang baik. Kadang masih ada yang tidak jelas dan sulit dipahami,” katanya. Ia menilai bahwa iklan reklame yang terdapat di pusat kota saat ini lebih banyak yang bersifat sia-sia. Pesan dalam iklan luar ruang yang ada saat ini tidak dapat tersampaikan dengan baik dan justru berpotensi menimbulkan kekacauan visual kota.

Saat dikonfirmasi mengenai faktor apa yang membuat banyak pengiklan bersedia untuk mengiklankan produknya dengan media papan reklame, Ade menjawab bahwa biayalah yang menjadi faktor utama dalam hal tersebut. “Soalnya, dari segi biaya dibandingkan dengan media lain, reklame lebih murah. Nah, itu juga bisa dibilang sebagai salah satu kelebihan dari media reklame itu sendiri,” tambah Prita.

loading...

About the author

Aliftya Amarilisyariningtyas

Aliftya Amarilisyariningtyas

13/345882/SP/25573