ALL

Kampung Hijau Gambiran, Andai Ada Lebih Banyak

Ryma Aulia
Written by Ryma Aulia

Yogyakarta kini berkembang menjadi kota modern dengan tingkat pembangunan dan polusi udara yang tinggi. Oleh karena itu, keberadaan ruang terbuka hijau sangat dibutuhkan, terutama di pusat kota. Salah satu pembuat RTH itu adalah Kampung Gambiran, yang menyumbang lebih dari 5.000 m2 RTH di Yogyakarta.

“Sesuai amanat undang-undang No. 26 tahun 2007, kita harus menyediakan minimal 30% wilayah perkotaan sebagai ruang terbuka hijau. Pembagiannya adalah 20% oleh pemerintah dan 10% oleh masyarakat,” kata Artanti Setyaningsih, staf Bidang Tata Perkotaan Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta.

Berkenaan dengan hal tersebut, mulai tumbuh kesadaran masyarakat akan pentingnya RTH. Salah satu RTH yang masih eksis sampai sekarang adalah RTH yang terletak di Kampung Hijau Gambiran, Pandeyan, Umbulharjo. Kampung hijau ini terbentuk setelah ada ancaman besar bencana banjir Sungai Gajah Wong yang letaknya bersebelahan dengan Kampung Gambiran.

“Dulu sebelum ada RTH, XT Square merupakan terminal yang jalur bis kota dan antar provinsinya cukup padat sehingga polusi udara cukup tinggi.  Sementara di sisi lain di sebelah timur ada Sungai Gajah Wong yang pada musim-musim tertentu sungai itu meluap,” kata Jamroh Latief, ketua RW 08 Kampung Hijau Gambiran.

Setelah meluapnya Sungai Gajah Wong pada 2004 lalu, Jamroh bersama beberapa penggiat lingkungan Kampung Hijau Gambiran dan WALHI mulai mengadakan kegiatan sosialisasi lingkungan melalui berbagai media. Salah satunya adalah melalui seni, yakni melalui acara peringatan hari bumi yang mengundang tokoh penting seperti Amien Rais.

“Akhirnya kami mendeklarasikan kampung ini sebagai Kampung Hijau Gambiran pada 1 April 2007. Banyak program yang dijalankan seperti Sungai Gajah Wong bersih, tamanisasi, sanitasi, perpustakaan, energi alternatif, dan pengelolaan sampah,” kata Jamroh.

Bersama dengan Pemerintah Provinsi DIY, Pemerintah Kota Yogyakarta, Kementerian PU, Dinas Tata Ruang Jakarta, BAPPEDA dan BLH, aktivis Kampung Hijau Gambiran melakukan penanaman pohon di tepian Sungai Gajah Wong RW 8 Gambiran Baru, Pandeyan, Umbulharjo mulai dari Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta sampai Bantul. Penanaman pohon tersebut juga merupakan penanda pembangunan taman ruang terbuka hijau seluas 5000 meter2 di Gambiran yang menggunakan bantuan pusat sebesar Rp 800 juta.

Dibangun pada Oktober 2012 sampai Januari 2013 lalu, RTH di Gambiran seluas 5000 m2 tersebut diberi nama RTH Gajah Wong Educational Park. Terdiri dari dua sisi yakni sisi utara sebagai lahan untuk badminton dan outdoor fitness seluas 200m2 serta sisi selatan berupa taman. Taman tersebut dilengkapi dengan tiga pendopo, satu gardu pandang, dan mainan anak-anak guna memberikan kenyamanan bagi warga sekitar ataupun wisatawan yang berkunjung.

“Warga Gambiran yang merawat dan membersihkan Gajah Wong Educational Park, setiap satu bulan sekali diadakan kerja bakti. Tapi, ketika suatu saat warga sudah tidak mampu lagi akan diserahkan kepada BLH. ” pungkas Jamroh Latief.

About the author

Ryma Aulia

Ryma Aulia