ALL Apartemen dan Kos Urban

Kampung Klebengan, Kos Murah dan Aman

IMG_2045
Val
Written by Val

Kampung Klebengan mulai berbenah. Sekitar tahun 2009-2011 tercatat lebih dari 56 kasus pencurian di rumah kos dilaporkan ke Polsek Bulaksumur, namun kini motor diparkir tanpa ditutup pagar pun tetap aman. Semua ini berkat gotong-royong warga dalam menjaga keamanan kampung. Keberadaan tempat tinggal mahasiswa yang murah, minim fasilitas, dan minim keamanan pun sangat terbantu dengan sistem keamanan kampung ini.

Kampung Klebengan adalah kawasan yang masih banyak ditemukan tempat tinggal mahasiswa dengan harga sewa di bawah Rp 400 ribu er bulan, terutama tempat tinggal khusus mahasiswa laki-laki. Meskipun kondisi fasilitas dan keamanannya cenderung memprihatinkan, penghuni indekos tetap memilih tinggal karena alasan murah dan dekat.

Firman, mahasiswa AKPRIND Yogyakarta angkatan 2012, sudah tinggal di indekos khusus laki-laki di Klebengan gang Mangga II CTVIII/B38 selama 5 bulan ini. Ia mengaku memilih tempat tinggal di tempat tersebut karena murah dan nyaman. Padahal kondisi indekos yang dihuni Firman sangat memprihatinkan dari segi keamanan yaitu tidak ada pagar di depan rumah, motor hanya diparkir di teras yang terbuka dan posisi rumah kos berada di ujung gang, atau posisi tusuk sate. Posisi ini tentunya sangat memancing para calon pelaku kriminal yang melewati jalan Kampung Klebengan untuk bertindak tercela.

Motor penghuni dan motor tamu hanya diparkir seadanya di teras dan di jalan gang, sangat mudah untuk dibawa lari. Namun Firman dan teman kosnya belum pernah mendapati ada kasus pencurian di rumah kos yang ia huni saat ini. Kontrakan sebelah indekosnya pun menurut Firman juga terbilang aman meskipun tidak ada pagar dan garasinya juga.

Indekos yang dihuni oleh Firman dan 4 penghuni lainnya. Biaya sewa per bulannya sebesar Rp 250.000,00

Indekos yang dihuni oleh Firman dan 4 penghuni lainnya. Biaya sewa per bulannya sebesar Rp 250.000,00

Kondisi lebih memprihatinkan lagi ada di indekos Klebengan gang Mangga I CT VIII/D12 yang dihuni oleh Muhammad Amirullah, mahasiswa Teknik Mesin UNY angkatan 2011. Indekos yang dihuni oleh Amir dan 9 penghuni lainnya ini juga tidak memiliki pagar dan pintu utama tidak bisa dikunci. Alasan Amir untuk tetap tinggal sama dengan alasan Firman yaitu karena murah, nyaman dan ia merasa aman.

“Dulu saya ngekos di daerah Alamanda, di kampungnya ada CCTV tapi tetap ada pencurian, laptop dan motor,” kata Amirullah. Hal ini menjadi alasan Amir untuk pindah, dan hingga kini merasa nyaman tinggal di Klebengan selama 2 tahun terakhir. Selama tinggal di Klebengan ia belum pernah mendengar atau bahkan mengalami pencurian meskipun kondisi keamanan di indekosnya sangat seadanya.

Indekos yang dihuni oleh M. Amir, biaya sewa per tahun tidak lebih dari 3 juta. Mayoritas penghuninya adalah warga luar Pulau Jawa.

Indekos yang dihuni oleh M. Amir, biaya sewa per tahun tidak lebih dari 3 juta. Mayoritas penghuninya adalah warga luar Pulau Jawa.

Baik Firman maupun Amir percaya bahwa sistem keamanan kampung di Klebengan sangat baik. “Untuk kendaraan di sini aman, kendaraan diparkir dari malam sampai pagi lagi ya aman karena di sini ada yang ronda, jadi kami nggak khawatir”, ungkap Firman.

loading...

Selain itu, portal juga diberlakukan di beberapa titik strategis di Kampung Klebengan. Portal biasa ditutup sekitar pukul 23.00-05.00. Portalnya pun bukan sekedar portal dengan kaitan tali namun juga digembok dan ada warga yang berjaga di pos kamling setiap malam. Menurut Amir portal ini bisa efektif untuk menjaring orang-orang yang mencurigakan karena biasanya hanya penghuni yang paham jalan lain yang tidak ditutup portal. Warga kampung pun tidak sekedar ronda di pos kamling, namun juga berkeliling untuk mengecek keamanan dan mengambil jimpitan.

Agus Sudibyo, warga kampung Klebengan, menjelaskan bahwa kegiatan ronda ini mulai intensif dilakukan selama 3 tahun terakhir. Memang sebelumnya daerah Klebengan sangat rawan dengan kasus pencurian, terbukti dengan banyak pengaduan ke RT, RW dan pengaduan online ke situs Polda DIY. Kegiatan ronda dilakukan bergiliran, fasilitas pos ronda juga kini diperbaiki agar nyaman untuk dipakai ronda.

Adanya jimpitan beras dan uang di masing-masing rumah di Kampung Klebengan menjadi timbal balik dari warga untuk meningkatkan fasilitas keamanan di kampung. Portal di Kampung Klebengan sebetulnya baru aktif kembali dan direnovasi satu tahun terakhir. Gotong- royong dari warga melalui ronda dan berbagai kegiatan menjaga keamanan ini sebagai bentuk sikap saling rukun antar warga, baik warga pendatang maupun warga asli.

Pos ronda sederhana di salah satu titik di Kampung Klebengan. Di pos ronda ini termuat tulisan yang menarik yaitu "Ayo Ronda jika Anda seorang pemuda atau pria dewasa sehat jasmani dan rohani".

Pos ronda sederhana di salah satu titik di Kampung Klebengan. Di pos ronda ini termuat tulisan. “Ayo Ronda jika Anda seorang pemuda atau pria dewasa sehat jasmani dan rohani”.

Keamanan kampung yang lebih terjaga dirasakan oleh Rohmat Amri, ketua RW 02 Kampung Klebengan. Sejak menjabat sebagai ketua RW pada 2012, ia tak dipusingkan dengan aduan para penghuni kos di kampungnya terkait masalah pencurian. “Memang dulu katanya sini tidak aman, tetapi sekarang saya tidak perlu repot dan jarang untuk mengantar warga yang kecurian ke kantor polisi”, ungkapnya. Menurut Rohmat, pencurian saat ini justru marak terjadi di lingkungan dalam kampus.

Dengan adanya sistem keamanan dari kampung yang sangat memadai ini menurut Amir dan Firman sangat membantu bagi para penghuni indekos, kontrakan atau rumah susun yang terbilang murah. Mahasiswa yang tidak memiliki budget lebih untuk mencari tempat tinggal pun tidak perlu resah meskipun tempat tinggalnya minim fasilitas. Tidak perlu ada CCTV, satpam, atau alarm pencuri untuk menjaga keamanan di kampung ini.

Oleh: Valentina Dwi Nita Prabawati (13/345987/SP/25601)

loading...

About the author

Val

Val

Komunikasi UGM 2013
13/345987/SP/25601