ALL Iklan Luar Ruang

Kreativitas Iklan Luar Ruang

Polygon Mendukung Pembuatan Area Tunggu Pengguna Sepeda di Yogyakarta
alitahermaya
Written by alitahermaya

Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan sebelum akhirnya ide kreatif iklan luar ruang dilahirkan. Salah satunya adalah bagaimana kreativitas itu dapat menarik perhatian orang-orang. Kreativitas pada iklan harus disesuaikan dengan keinginan pemilik produk dan tulisan seperti apa yang dapat membujuk konsumen untuk membeli produk atau jasa yang diiklankan.

Arief Budiono, Direktur PT Lintas Nuansa Estetika, yang telah lama berkecimpung di dunia media luar ruang mengatakan, bahwa salah satu syarat utama iklan luar ruang haruslah menarik, atau eye catching. Iklan luar ruang sebisa mungkin dapat dipandang lama, yang berarti dari jarak yang cukup jauh sudah dapat dilihat, dan seolah-olah kita bergerak, atau akan menabrak iklan luar ruang tersebut. Titik lokasi pemasangan iklan luar ruang yang tepat seharusnya lebih tinggi daripada pohon, agar dapat dilihat dengan jelas.

“Saya biasanya pasang iklan luar ruang itu banyak di jembatan penyeberangan, karena itu lumayan efektif,” ujar Arief. Penempatannya tidak sembarangan di sepanjang jalan, supaya segala bentuk ide kreatif yang ditampilkan di sana tidak akan mengganggu, melainkan menarik perhatian para pengguna jalan.

Arief mengatakan bentuk iklan luar ruang lain yang menarik perhatian adalah iklan luar ruang yang menggunakan LED (Light Emitting Diode) Screen. Dengan teknologi yang sudah ada, lebih mudah jika iklan-iklan tersebut disajikan ke dalam LED Screen. “Pemasangannya tidak repot, kalau konsepnya mau diganti tiap minggu juga bisa. Pengoperasiannya dari laptop atau ponsel bisa. Sangat mudah,” ujar Arief.

Yogyakarta pun tidak ingin tertinggal trend iklan luar ruang. Beberapa titik keramaian di kota Yogyakarta seperti Tugu dan Kota Baru sudah menampilkan iklan luar ruang yang menggunakan LED Screen. Biaya yang dikeluarkan untuk iklan luar ruang dengan LED Screen tentu lebih mahal daripada baliho yang konvensional. Namun hal tersebut tidak menjadi halangan demi mendapatkan atensi yang tinggi dari masyarakat.

Muhamad Sulhan, Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi UGM, mengatakan tidak ada batasan dalam menuangkan kreativitas ke dalam sebuah iklan luar ruang. Iklan luar ruang dinilai memiliki fleksibilitas yang cukup tinggi, karena tidak terbatas pada durasi, titik penempatannya elastis, dan memiliki daya tangkap yang tinggi.

Baliho, khususnya di Yogyakarta, menurut Sulhan sendiri, kehadirannya tidak begitu berarti. Apa lagi dengan penempatannya yang tidak teratur, keberadaan baliho tidak lebih dari sampah visual yang mengganggu pengguna jalan raya.

Solusi yang tepat bagi pengembangan iklan dapat dilakukan dengan brand activation yang baik. Polygon misalnya, pernah mengaktivasi brand miliknya dengan cara mendukung pembuatan area tunggu bagi pengguna sepeda di persimpangan lampu lalu lintas Yogyakarta.

Apa yang dilakukan oleh Polygon tersebut tentu lebih efektif dan efisien, sekaligus relevan dengan brand value Polygon sebagai produsen sepeda dari Indonesia yang beranjak mendunia. Tidak hanya sekedar dibutuhkan kreatif dan estetis, iklan pun harus dikemas agar tetap etis dan peduli sekitar.

About the author

alitahermaya

alitahermaya