ALL Transportasi Publik

mTransport, Aplikasi Keren yang Tidak Terurus

Aplikasi mTransport (versi 2.3.1) merupakan pembaruan terakhir
Aplikasi mTransport (versi 2.3.1) merupakan pembaruan terakhir

Sejak diluncurkan pada akhir 2011, aplikasi mTransport baru tiga kali diperbarui. Meski unduhannya sudah mencapai angka lima ribu, pemilik mTransport, yakni Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) DIY tampak enggan mengurus aplikasi yang dibutuhkan warga ini.

mTransport adalah aplikasi mobile yang menampilkan informasi penting tentang operasional moda transportasi di DIY. Aplikasi ini merupakan sinergi antara Dishubkominfo DIY dan pengembang teknologi Gamatechno melalui mekanisme penunjukan langsung. Sebelumnya, Gamatechno juga pernah mengurusi pengembangan sistem tiket dan portal akses untuk Trans Jogja.

Sejarah mTransport dimulai ketika Dishubkominfo DIY ingin memenuhi kebutuhan masyarakat terkait informasi jalur Trans Jogja maupun bus kota melalui akses mobile. Selanjutnya, mTransport juga menyediakan informasi jadwal kereta api, pesawat terbang, serta pantauan langsung IP kamera. Nama mTransport merupakan usulan dari Gamatechno, menggantikan usulan nama dari Dishubkominfo DIY yaitu Mobile App Transportasi.

Sedangkan untuk fitur yang disematkan, mTransport masih bergantung pada pihak luar terutama PT KAI dan Bandara Adisutjipto guna menyediakan informasi jadwal masing-masing transportasi. “Gamatechno membuat sistem mTransport supaya bisa mengambil data langsung dari laman PT KAI. Namun datanya itu belum bisa real-time karena laman PT KAI tidak menyediakan API,” kata Toto Priyono, Manajer Segmen Lifestyle dan Common Industry Gamatechno yang juga terlibat di awal pembuatan mTransport.

Sebelum mTransport memiliki sistem pengambilan data dari laman daring, versi pertamanya masih cukup merepotkan. Versi awal mengharuskan Dishubkominfo memasukkan data ke dalam server secara manual dan berkala. Hal itu dilakukan karena operator transportasi terkait mengirimkan jadwal masih dalam bentuk lembaran cetak.

Aplikasi mTransport memiliki potensi yang bagus apabila mendapatkan perhatian yang konsisten. Sayangnya pihak Dishubkominfo DIY tidak melakukan sosialisasi secara berkelanjutan. Pada awal perkenalan, Dishubkominfo DIY memang sempat mengadakan soft-launching di kantornya. Namun setelah itu keberadaan mTransport tidak terlalu terdengar.

loading...

“Untuk promosi, ini sebenarnya menjadi hak Dishubkominfo karena mTransport adalah miliknya. Gamatechno hanya sebagai pengembang aplikasi, meskipun kami juga melakukan publikasi di laman resmi Gamatechno,” kata Toto.

Sedangkan Novan Hartadi, General Manager Research & Business Development Gamatechno, mengatakan bahwa selain melalui laman daring, Gamatechno juga ikut melakukan promosi langsung. Misalnya melalui ajang International Indonesia Motor Show di Jakarta, Gamatechno membawa banner serta demo mTransport. Beberapa pengunjung yang penasaran bahkan ada yang bertanya apakah mTransport juga bisa diterapkan di daerah lain. Aplikasi yang dibuat dengan biaya kurang dari 50 juta rupiah ini sebenarnya bisa diterapkan di daerah lain. Namun sayangnya nama mTransport tidak bisa dipakai karena merupakan produk milik Dishubkominfo DIY.

Saat ini pembaruan data di mTransport tidak berjalan dengan baik, padahal jumlah unduhannya sudah menembus angka 5.000. Fitur-fitur yang disediakan pun banyak yang sudah tidak bisa dibuka, ditandai dengan munculnya tulisan “tidak ada data” ketika mencoba mengaksesnya. Toto mengatakan bahwa setelah mTransport diserahkan ke Dishubkominfo DIY, pembaruan konten yang disajikan memang menjadi kurang cepat. Padahal permasalahan itu bisa diatasi bila pelayanan konten bekerja sama dengan pihak swasta.

Menyikapi permasalahan yang muncul, Gamatechno pada 2015 berencana untuk membuat aplikasi transportasi secara mandiri dengan bertolak dari mTransport. “Konten dan fitur dari aplikasi baru ini akan dikelola oleh Gamatechno. Tujuannya adalah memberi pengalaman lebih kepada mereka yang melakukan perjalanan di Yogya,” kata Albert, Manajer Segmen Transportasi dan Logistik Gamatechno.

Langkah Gamatechno tersebut sebenarnya merupakan tindak lanjut dari konsep Smart City yang tahun lalu dideklarasikan. mTransport pada awalnya diharapkan mampu menjadi salah satu komponen dalam mewujudkan konsep Smart City. Namun dengan kondisinya saat ini, agaknya menjadi cukup sulit sehingga Gamatechno harus mencari jalan lain.

 

loading...

About the author

Muhammad I. Anas (Aef)

Muhammad I. Anas (Aef)

Suka menulis dan menonton.
13/345981/SP/25595

  • I am actually happy to glance at this webpage posts which
    carries lots of valuable information, thanks for providing such data.