ALL Apartemen dan Kos

Ocean Wave Indonesia, Bisnis Inspiratif Anak Kos Yogya

Ocean Wave Indonesia: "Think Green, Wear Totebag"
Ocean Wave Indonesia: "Think Green, Wear Totebag"
yumnanr
Written by yumnanr

                 Salah satu bisnis yang kini sangat berkembang di tanah air maupun luar negeri adalah bisnis online. Kini, penggunaan media sosial dan website sebagai lapak bisnis tidak hanya dilakukan pengimpor saja, namun juga ibu rumah tangga, pegawai swasta, bahkan anak kos. Salah satu anak kos yang melakukannya adalah Rifqi Zakaria, mahasiswa UPN Yogyakarta yang telah memulai bisnis online sejak 2013.

                Rifqi bersama kakak tingkatnya yang juga berasal dari Balikpapan, Ajie Candra Ariestia, sepakat berkolaborasi untuk bisnis tas yang diberi nama Ocean Wave Indonesia. Nama tersebut dipilih karena ocean wave atau ombak laut, mengandung filosofi dinamika lautan yang tidak pernah berhenti, terus bergerak. Keduanya berharap usaha mereka tidak pernah berhenti menghasilkan produk-produk terbaru dan dapat terus bergerak, tidak hanya di Indonesia tetapi juga mancanegara.

                Bisnis tas yang dijalankan ini lebih fokus pada jenis tote bag dan waist bag, tas yang simpel, bisa dipakai di mana saja, namun tetap fashionable. Melihat masih banyaknya orang yang menggunakan kantong plastik, produk ini muncul sebagai bentuk kampanye go green.

loading...

             Selain dari mulut ke mulut, Ocean Wave Indonesia juga melakukan promosi melalui internet, yakni akun Instagram (oceanwave_id), Twitter (@oceanwave_id), dan website.  Untuk produksi barang dilakukan oleh pengrajin tas langganan, sedangkan bahannya mereka cari sendiri.

               “Karena kami belum punya penjait, barangnya dibuat  oleh penjait langganan di Wonosari. Kalau kainnya kami cari di Yogya atau Solo,” kata Rifqi. Tas yang sudah selesai diproduksi disimpan di kamar kos. Kebetulan Rifqi dan Ajie menyewa satu kamar kos yang terletak di daerah Condongcatur. Kamar kos mereka terbilang cukup besar sehingga dapat menampung beberapa tumpukan tas yang siap dikirim.

                Berawal dari keisengan semata dan modal sejuta, kini keduanya telah sukses meraup untung hampir 10 juta rupiah per bulan. Rifqi mengaku mendapatkan modal awal dari hasil iuran dengan mitra bisnisnya. “Saya dan Ajie iuran pakai uang bulanan untuk modal,” ujarnya. Tak menyangka akan sukses, kedua perantau ini akan terus melanjutkan bisnis onlinenya sembari meneruskan pendidikan.

             Rifqi sendiri mengaku mendapatkan banyak sekali manfaat dari bisnisnya. Selain pengalaman, tambahan uang jajan, dan tabungan, ia juga dapat menambah ilmu manajemen yang akan sangat bermanfaat di dunia kerja nantinya.

loading...

About the author

yumnanr

yumnanr