ALL

Pasukan Sehat, untuk Anak Yogya yang Sehat

alitahermaya
Written by alitahermaya

Pasukan Sehat adalah sebuah komunitas di Yogyakarta yang mendorong anak-anak Indonesia untuk makan makanan sehat, terutama yang berasal dari produk pertanian organik lokal. Misi mereka menciptakan generasi muda mendatang yang lebih sehat dan kreatif, menuju Indonesia hebat.

Salah satu kampanye yang dilakukan Pasukan Sehat adalah mengajak para Ibu menyiapkan masakan yang sehat di rumah. Selain itu, mereka mengajak masyarakat untuk mendukung produk organik lokal karena berbagai kelebihannya dibanding produk non-organik maupun impor.

Rininta, seorang pengusaha di bidang kuliner, adalah salah seorang penggerak Pasukan Sehat. Mereka pernah mengajak murid-murid TK Olifant Jalan Cendrawasih Yogyakarta berwisata ke Perkebunan Tani Organik Merapi. Di sana para murid dikenalkan dengan berbagai jenis sayuran dan diajari cara berkebun seperti menyiram dan memanen sayuran. Para murid pun dapat memakan camilan seperti kue berbahan dasar wortel dan jus sayuran dari usaha kuliner Rininta.

“Ibu-ibunya juga kami ajari cara menyiapkan sarapan yang sehat dan mudah,” kata Rininta. Pasukan Sehat memiliki komunitas untuk para orang tua (parental community) sebagai wadah para orang tua bertukar pikiran tentang membiasakan anak mereka mengonsumsi sayur dan buah sejak dini.

Sebagai pengusaha kuliner, Rininta juga menjual menu sehat sejak 2014. Konsumen menu ini ada pada usia remaja sampai dewasa. Menu yang ditawarkan pada awalnya adalah jus buah dan sayur (smoothie). Sedang program baru yang ada dalam menunya adalah diet mayo yang saat ini sedang banyak diminati.

“Diet mayo ini sebenarnya tidak hanya digunakan untuk menurunkan berat badan, tapi juga sebagai detoksifikasi dalam tubuh,” ujar Rininta. Setelah tubuh banyak mengonsumsi makanan tidak sehat, diet mayo berguna mengeluarkan racun dari tubuh.

Program diet mayo ini diawasi oleh dokter dan nutrisionis. Mereka akan memberikan konsultasi pilihan menu sesuai dengan riwayat kesehatan konsumen. dr. Sri Endarini, setelah pensiun dari RS Sardjito dan saat ini mengajar di Fakultas Kedokteran UGM, ikut mengawasi jalannya program ini. “Diet mayo tidak dapat dilakukan setiap hari, hanya 13 hari dalam jangka waktu 3 atau 4 bulan,” kata dr. Sri Endarini.

About the author

alitahermaya

alitahermaya