ALL Apartemen dan Kos

Pembangunan Rusunawa Pertama di Gunung Kidul yang Belum Selesai

elfi
Written by elfi

 

Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Karang Rejek di Gunung Kidul hingga sekarang masih dikerjakan, padahal target selesainya Desember 2014.  Serah terima dari pemerintah pusat sebagai penanggung jawab proyek ke Pemkab Gunung Kidul pun terhambat.  Rusunawa pertama di Gunungkidul tersebut terletak di Desa Karang Rejek, Kecamatan Wonosari.

Dari pantauan di lapangan, pengecatan bangunan telah selesai  dilakukan. Pemasangan listrik dan air pun sedang dalam proses pengerjaan. Tetapi pagar pembangunan masih belum dicopot, beberapa sisa material juga masih berserakan di sekitar bangunan rusunawa. Akses jalan masuk ke rusunawa dari jalan raya juga masih berupa tanah kapur yang tergenang air saat hujan.

Wiwid, salah satu pekerja yang mengurus bagian  air dan listrik, saat ditemui di lokasi rusunawa (7/4) menuturkan bahwa pembangunan ini dilakukan sejak April 2014, dan harusnya sudah selesai. “Saat ini tinggal merapikan saja,” kata Wiwid.

Saat dikonfirmasi ke Dinas Pekerjaan Umum  Gunungkidul (7/4), Bambang  Antono, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, menuturkan bahwa Pemkab Gunungkidul bersama masyarakat Desa Karang Rejek dulunya memang mengajukan pembangunan rusunawa tersebut dengan anggaran dana Rp 32 miliar, tetapi hanya disetujui Rp 26 miliar.

Proses pembangunan seutuhnya ditangani pusat, sementara Pemkab melalui Dinas PU hanya sebagai pengawas pembangunan.“Kami hanya membantu melakukan pembebasan tanah kas desa dan selaku pengawas saja. Untuk pembangunan, sepenuhnya dari pusat,” kata Bambang.

Bambang juga menuturkan, dengan molornya pembangunan ini serah terima dari pusat ke pemkab juga menjadi terhambat. Hal ini mengakibatkan rancangan pengelolaan juga belum dapat diselesaikan. Cara pengelolaannya, harga sewanya, apakah melalui keputusan bupati, serta  prosedur lain terkait rumah susun tersebut masih harus menunggu serah terima dilaksanakan.

Rusunawa di Desa Karang Rejek ini terdiri dari 2 gedung 5 lantai, dan setiap gedung memiliki 99 rumah. Seluruh rumah berjumlah 198, dan nantinya akan diperuntunkan bagi masyarakat kurang mampu. Dengan anggaran dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 26 miliar, seharusnya sudah jadi Desember 2014 yang lalu. Dan kalaupun pengerjaanya molor, toleransinya adalah 50 hari dari target awal, yaitu  pertengahan Februari yang lalu.  (elfi)

About the author

elfi

elfi