ALL Radio

Penyiar Pelajar Tak Kalah dari Penyiar Profesional

Eksistensi penyiar pelajar tidak kalah daripada penyiar profesional, apalagi di Yogyakarta, kota yang terkenal sebagai kota pelajar. Di Yogyakarta, para pelajar mampu mengekspresikan diri dan berkarya secara maksimal, termasuk menjadi penyiar pelajar di radio-radio kesayangan mereka. Dengan status pelajar sekolah, mereka justru memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki penyiar profesional.

Menurut Dani Arya, penyiar Geronimo FM, penyiar pelajar memiliki karakter yang sesuai dengan target audiens kebanyakan radio, yakni kaum muda. Gaya bahasa gaul mereka, misalnya, lebih sesuai dengan pendengar daripada gaya penyiar yang lebih tua. dengan demikian, pesan dan suasana yang dihadirkan lebih mudah dicerna oleh pendengar.

"Penyiar pelajar mampu berpikir kreatif dalam mengemas acara radio" - Dani Arya, Penyiar Geronimo FM

Ruang siaran yang sehari-hari dipakai oleh penyiar pelajar maupun penyiar profesional.

Menurut Dani, penyiar pelajar diberi kebebasan untuk berkreasi sesuai keinginan mereka. Ketika mereka diberi hak untuk mengatur sendiri program siaran, ternyata selera dan keahlian mereka cukup mumpuni, bahkan hampir setara dengan kemampuan penyiar senior. Terkadang ide yang mereka tawarkan sangat segar sehingga memberikan warna baru dalam siaran.

loading...

Menurut Muhammad Akib, mantan penyiar pelajar Jogja Family FM, menjadi penyiar pelajar itu gampang-gampang susah. Tuntutan lingkungan kerja yang sangat berbeda dari lingkungan sekolah membuat dirinya kewalahan. Penyiar pelajar pun dituntut berdisiplin, berkomitmen tinggi, dan senantiasa tepat waktu tanpa ada toleransi.

Begitu pula dengan Valentina Kunthi, mantan penyiar pelajar Unisi Radio, yang beranggapan bahwa sebagai penyiar pelajar pun mereka harus bekerja secara maksimal. Ketika mereka tidak total dalam bekerja, justru itu akan membuat citra mereka menjadi buruk. Terkadang, mereka harus mengorbankan waktu luang mereka demi profesionalisme kerja. “Aku harus pinterpinter mengatur dan membagi waktu,” ujar perempuan yang akrab disapa Vina tersebut.

Bagi sebagian penyiar pelajar, menjadi seorang penyiar bukanlah tujuan awal mereka berkecimpung di dalamnya. Bagi Rimbo, alasan dia menjadi penyiar adalah hanya untuk mendapatkan status “penyiar” yang dianggapnya hebat sejak dahulu. Namun, mantan penyiar pelajar Unisi Radio itu baru menemukan potensinya setelah dia benar-benar masuk di dalamnya. Bahkan hingga kini ia memantapkan diri untuk menjadi penyiar tetap di Unisi Radio.

Bagaimanapun, Rimbo mengaku bahwa ia melihat penyiar sebagai batu loncatan untuk karier lain di masa mendatang. Banyak pengalaman yang dapat diambil dengan menjadi penyiar pelajar, seperti kreativitas dan keahlian berbicara di depan umum.“Kemampuan yang aku dapat dari sini kelak sangat berguna bagi karier aku seterusnya. Selain itu, aku jadi tahu cara menghadapi berbagai macam jenis orang, misalnya yang pemarah,” kata Rimbo. Selain tentu saja, pelajar bisa benar-benar menghayati profesionalisme kerja dan ketepatan waktu.

loading...

About the author

Mida

Mida