ALL Klub Sepakbola Seni dan Olahraga

Persiba, Sebuah Catatan Pramusim

RafiqiNF
Written by RafiqiNF

Persiapan matang dan panjang dijalani tim Persiba Bantul menjelang kompetisi 2015-2016. Sayang saat tim telah mulai kompak, kompetisi harus berakhir bahkan sebelum pertandingan perdana.

Persiba Bantul bisa disebut menjadi tim DIY yang paling siap berlaga di kompetisi 2015. Dengan kondisi yang lebih tenang dibanding dua saudaranya, PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta, Persiba bersiap lebih awal.

Pada 6 Januari, duet pelatih Didik Listiyantara dan Sajuri Syahid mulai menggelar seleksi, yang menyaring 20 pemain lokal Bantul. Mereka lalu bergabung dengan pemain berpengalaman yang sudah dipanggil oleh manajemen untuk diseleksi kembali.

Ajang Piala Bupati Cilacap digunakan sebagai kawah candradimuka. Menghadapi debutan divisi utama 2015, Kuningan FC, tim Laskar Sultan Agung berhasil menang dengan skor 2-1. Namun ambisi untuk meraih juara buyar usai ditaklukkan di pertandingan kedua oleh Persibas Banyumas, 0-1.

Pulang dari Cilacap persiapan terus dilakukan. Sebanyak 23 pemain resmi digaet untuk menggunakan seragam tim kebanggaan masyarakat Bantul ini. Nama-nama besar yang sempat membela tim nasional seperti Wahyu Widjiastanto dan Nopendi direkrut kembali. Pemain berpengalaman tersebut dipadukan dengan muka-muka baru seperti Saddam Sudarma, Sarjono serta pemain asli Bantul yang dipanggil timnas u-23, Sunny Hizbullah.

Daftar pemain Persiba untuk musim 2015 : Kiper : Barep Wahyudi, Hizkia Rambing, Andi Setiawan; Belakang : Wahyu Wijiastanto, Slamet Widodo, Nopendi, Khomad Suharto, Sunny Hizbullah; Tengah : Syaiful Lawnusa, Dulsan Lestaluhu, Johan Manaji, Ibnu Majid, Ruben Fakdawer, Mahmud Mony, Saddam Sudarma, M. Aulia Ardli, Bahroni Fadli; Depan: Sarjono, Ryan Wahyu, Ilham Yusril, Hendra Budi, Dicky Firasat, Yanuar Puspito.

Sebelas pertandingan dilakukan untuk memantapkan tim. Menghadapi tim-tim besar seperti PSS Sleman dan Persis Solo, Persiba berhasil menahan imbang di kandang lawan. Tak hanya itu, tim divisi utama seperti Persinga Ngawi dan  Persipur Purwodadi digasak 4-0 dan 3-0. Dari 13 pertandingan yang dijalani Wahyu Widji dan kawan-kawan hanya kalah 3 kali, salah satunya saat melawan tim papan tengah ISL, Persiram Raja Ampat dengan skor 0-2.

Menjalani 13 pertandingan dan hanya menelan 3 kekalahan membuat suporter Persiba yang tergabung dalam Paserbumi dan CNF optimis. Salah satu suporter Persiba, Yoga mengungkapkan harapannya akan performa Persiba. “Pertandingan-pertandingan kemarin khususnya saat di kandang sudah lumayan baik, semoga bisa juara dan kembali ke ISL,” harap Yoga.

loading...
Hasil yang diraih Persiba selama ujicoba pramusim

Hasil yang diraih Persiba selama ujicoba pramusim

Peluncuran tim juga digelar secara sederhana. Tak seperti PSS dan PSIM yang memilih tempat terbuka, Manajemen Persiba menggelar acara syukuran dan doa bersama dalam rangka peluncuran tim dan seragam di aula Mess Persiba, 24/4 2015. “Manajemen berharap semoga musim ini, Persiba bisa lebih baik lagi,” harap pengurus Persiba, Endro Sulastomo. Selain tim, Persiba juga meluncurkan seragam barunya yang dipersembahkan perusahaan asli Bantul, Reds.

Pemain dan pelatih Persiba Bantul diperkenalkan di acara peluncuran tim di Aula Mess Persiba, 24/4 2015

Pemain dan pelatih Persiba Bantul diperkenalkan di acara peluncuran tim di Aula Mess Persiba, 24/4 2015

Memilih Bubar

Optimisme yang terus digelorakan para suporter tak berbanding lurus dengan kondisi sepakbola nasional. Harapan untuk melihat Persiba kembali ke kompetisi kasta tertinggi pupus akibat PSSI gagal dalam menyelenggarakan kompetisi. Konflik kepentingan antara PSSI dan Kemenpora membuat kepolisian tidak memberi ijin digelarnya kompetisi Divisi Utama 2015. Persiba yang sudah bersiap untuk menjamu Persinga Ngawi di laga pembuka harus menelan pil pahit karena pertandingan gagal digelar.

Kerugian akibat gagal menggelar pertandingan perdana bertambah dengan dihentikannya kompetisi oleh Komite Eksekutif PSSI. Kondisi persepakbolaan nasional yang dianggap tidak kondusif menjadi alasan. Manajemen Persiba pun harus menanggung gaji para pemain yang sudah terlanjur dikontrak.

Tak kuat jika harus menanggung gaji hingga kontrak pemain berakhir, manajemen memilih membubarkan tim. Keputusan tersebut diambil setelah pembayaran gaji bulan April dibayarkan. “Supaya mereka tidak kapok main di Persiba, kita usahakan untuk memutus ikatan kontrak pemain dengan cara baik-baik,” kata Endro.

Tim Persiba untuk Divisi Utama musim 2015 pun resmi dibubarkan. Pemain diberi kebebasan untuk pulang dan diberi janji akan dipanggil jika rencana kompetisi mulai jelas. Manajemen terus memantau situasi dan bersiap diri jika sewaktu-waktu kompetisi bergulir lagi, entah oleh PSSI atau Kemenpora.

loading...

About the author

RafiqiNF

RafiqiNF

Rafiqi Navyrul Fahmi (13/349584/SP/25816)