ALL Hotel

Prawirotaman, Perjalanan Panjang Kampung Turis

almandhira
Written by almandhira

Meski tidak berada di jantung Yogyakarta, Prawirotaman adalah salah satu tujuan utama wisatawan untuk tinggal dan menikmati suasana. Seiring bertambah ramainya kegiatan wisata, persaingan bisnis di antara pelakunya pun semakin ketat, terutama untuk hotel-hotelnya. Dalam lima tahun terakhir, kehadiran hotel berbintang semakin meredupkan pengusaha hotel lokal.

Sebelum maraknya hotel, café, money changer, dan travel agent di Prawirotaman, daerah ini merupakan tempat permukiman. Melihat itu, Hartono, salah satu warga Prawirotaman membentuk Paguyuban Pengusaha Prawirotaman Yogyakarta bersama teman-temannya. Hartono menjelaskan terbentuknya paguyuban ini bertujuan untuk mendata, mengatur, dan mengembangkan bisnis pariwisata di daerah Prawirotaman.

“Sebelum ada hotel, kami semua pengusaha batik,” kata Hartono yang juga pemilik Hotel Perwita Sari. Perubahan dari bisnis batik menjadi hotel disebabkan pada saat itu muncul program pemerintah untuk membuat batik secara masal dengan mesin cetak. Ini menyebabkan persaingan yang tentunya dimenangkan oleh pemerintah sehingga bisnis batik tradisional mengalami penurunan.

 

Gapura jalan utama Prawirotaman. Terdapat daftar resto dan hotel yang terpampang di papan sebelah kiri.

Gapura jalan utama Prawirotaman. Terdapat daftar resto dan hotel Prawirotaman yang terpampang di papan sebelah kiri.

 

Lalu pada era 70-an, bisnis hotel mulai berkembang. “Kebetulan pengusaha-pengusaha di sini kreatif dan dinamis. Begitu pemerintah memiliki politik menggalakkan dunia pariwisata, kami mengikuti saja,” jelas Hartono.

Hotel Erlangga merupakan hotel pertama di Prawirotaman dan menjadi pemicu kemunculan hotel-hotel lain. Awalnya pemilik hotel tersebut hanya menyewakan tempat kepada wisatawan asing.

Menurut Hartono yang menarik wisatawan asing untuk datang ke daerah Prawirotaman adalah suasana tradisional yang tidak mereka miliki di negaranya. Bahkan sampai saat ini daerah Prawirotaman memiliki berbagai julukan seperti Kampung Turis, Kampung Bule, Kampung Internasional karena banyaknya wisatawan asing yang datang kesana.

Begitu juga yang dikatakan oleh Hery Suryanto, Ketua RW daerah Prawirotaman yang memiliki bisnis guest house.

“Kalau di (Yogya) utara orang cenderung untuk berbelanja dan lain-lain. Kalau di sini orangnya berbeda, ingin tinggal dengan tenang,” katanya. Di sisi lain, menurut Hery, bertambahnya wisatawan menarik perhatian pebisnis hotel berbintang yang akan memberikan dampak bagi lingkungan dan bisnis hotel melati di Prawirotaman.

“Seperti di depan, hotel yang besar itu kalau low season tarifnya turun. Itu yang memakan hak hotel kecil” jelas Hery. Sebagai pengurus daerah Prawirotaman, untuk persaingan bisnis hotel, khususnya antara hotel berbintang dan hotel melati, Herry menegaskan bahwa warga harus memberi tekanan terhadap pihak hotel besar yang ingin membangun di daerah Prawirotaman.

 

Daerah Prawirotaman II. Terdapat bangunan hotel berbintang disebelah kiri dan  hotel melati diseberangnya.

Daerah Prawirotaman II. Terdapat bangunan hotel berbintang di sebelah kiri dan hotel melati di seberangnya.

 

Herry mengatakan bahwa perangkat pemerintah hanya bisa memberikan izin membangun bagi pihak hotel, tetapi warga yang akan merasakan dampaknya. “Masalahnya kalau di atas sudah setuju, kita mengambilnya di kompensasi untuk warga sekitar”, katanya.

Persaingan yang tidak bisa dihindari tersebut kemudian diselesaikan dengan jalan lain seperti kesepakatan tertentu antara pihak hotel dan warga sekitar. Seperti yang dilakukan salah satu pihak hotel besar yang memperbaiki jalan di depan hotel dan rumah warga sekitar.

Hery tidak sepenuhnya merasa tersaingi dengan munculnya hotel-hotel berbintang di daerah Prawirotaman. Namun beberapa hotel di daerah Prawirotaman telah memilih untuk menutup usahanya itu akibat kalah bersaing dengan hotel besar.

Di samping itu, Hery mengatakan bahwa tidak banyak terjadi persaingan antar hotel melati karena telah ada ikatan kekeluargaan yang dimiliki oleh para pengusaha hotel kecil di Prawirotaman.

 

About the author

almandhira

almandhira