ALL Klub Sepakbola

PSIM, Memupuk Daya Ledak Tim dari Pemain Lokal

Muhammad Zulfikar

Transfer pemain di antara klub selalu memanas menjelang kompetisi bergulir. Namun bagi PSIM Yogyakarta, seleksi pemain lokal dipilih untuk memperkuat tim daripada membeli pemain dari klub lain. Amunisi yang dimiliki saat ini merupakan kombinasi dari beberapa pemain lama, pemain lokal, dan juga pemain profesional yang tidak terikat kontrak dengan klub lain.

“Sekarang manajemen sudah mantap dengan tim yang dimiliki, meskipun sebagian besar pemain didapatkan dari proses seleksi,”  ungkap Agung Damar Kusumandaru selaku Ketua Umum dan Manajer Klub.

Kesiapan klub PSIM Yogyakarta untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2015 sudah hampir selesaiSelain sisi manajemen, tim yang diproyeksikan untuk mengarungi semusim kompetisi pun sudah dianggap cukup mumpuni. Penjaga gawang dan pemain bertahan dianggap siap untuk menahan gempuran dari serangan lawan, sedangkan para gelandang sudah siap melayani penyerang untuk mengoyak jala lawan.

Seleksi pemain untuk PSIM diselenggarakan sebanyak tiga kali dengan sistem yang berbeda. Seleksi tahap pertama (19/1) bersifat tertutup, hanya diikuti oleh pemain lokal yang telah mendapat rekomendasi dari pelatih dan beberapa pemain yang telah bergabung sejak musim lalu. Jumlah pemain yang ikut seleksi sebanyak 17, dari 20 pemain yang diundang. Pemain yang mengikuti seleksi tahap pertama memiliki peluang lebih besar untuk bergabung dengan PSIM. “Tidak sembarangan pemain bisa ikut seleksi,” ungkap Agung Damar.

 

Suasana seleksi pemain PSIM tahap pertama di Stadion Mandala Krida (19/1).

Suasana seleksi pemain PSIM tahap pertama di Stadion Mandala Krida (19/1).

Kemudian pada seleksi pemain tahap kedua (23-24/1), manajemen klub telah secara resmi mengirimkan surat kepada 27 perkumpulan sepakbola yang ada di bawah Pengurus Cabang PSSI Kota Yogyakarta. Surat tersebut meminta rekomendasi pemain asal perkumpulan sepakbola terkait untuk mengikuti seleksi. PSIM sendiri meminta dua pemain terbaik dari setiap perkumpulan sepakbola untuk mengikuti seleksi di Stadion Mandala Krida. “Seleksi tahap kedua ditujukan untuk meminimalkan  kelemahan musim lalu,” ungkap Seto Nurdiyantara Pelatih Kepala PSIM Yogyakarta. Menurut Seto, pada musim lalu lini tengah dan lini serang PSIM dirasa kurang baik. Kreatifitas permainan dan produktifitas gol PSIM pada musim lalu sangat buruk.

Ada 54 pemain yang mengikuti seleksi tahap kedua. Tidak ada target untuk jumlah pemain yang harus bergabung. “Seleksi tahap pertama dan kedua sudah mampu memberikan gambaran kekuatan tim, tapi dibutuhkan pemain matang yang mampu menjadi tulang punggung tim,” ungkap Seto.

Demi kebutuhan klub mematangkan tim yang sudah ada, diadakan seleksi tahap ketiga (31/1). Kali ini pemain-pemain profesional yang berasal dari luar daerah dan memiliki jam terbang tinggi menjadi fokus pelatih. “Minimal pemain yang sudah pernah main di  Divisi Utama,” ungkap Seto. Hal ini memang sangat dibutuhkan oleh tim sebagai pembeda di atas lapangan. Dibutuhkan pemain dengan kharisma dan pengalaman di kompetisi tingkat tinggi.

 

Deretan pemain PSIM yang siap mengahdapi kompetisi Divisi Utama 2015.

Deretan pemain PSIM yang siap mengahdapi kompetisi Divisi Utama 2015.

Menurut Agung Damar, tahap seleksi yang bertingkat diharapkan mampu membangun sebuah tim yang kokoh hingga ke akar permainan. Tak hanya kualitas individu yang menonjol, tapi kekompakan antar pemain pun semakin kuat. Dengan seleksi intensif yang mementingkan kualitas ketimbang kuantitas, PSIM berharap daya gebrak tim akan semakin kuat.

About the author

Muhammad Zulfikar

Muhammad Zulfikar

Ilmu Komunikasi UGM 2013