ALL Radio

Radio Ardia, Berbeda Melalui Musik Jazz

anindyaghassani
Written by anindyaghassani

Mengusung slogan Jogja Jazz and Beyond,Radio Ardia terdengar berbeda di tengah-tengah radio musik bergenre pop. Musik yang diputar di radio ini memang hanya jazz dan established atau lagu-lagu lama. Radio Ardia 104,1 FM bahkan secara terang-terangan meminta pendengar yang tidak menyukai konsep tersebut untuk pindah ke radio “sebelah” saja. “Malah dengan berbeda, kita akan didengarkan,” kata Lusy Laksita, Manajer Stasiun Radio Ardia.

Radio Ardia berdiri sejak 30 Juni 2009. Nama Ardia sendiri diambil dari nama pemilik radio tersebut. Awalnya, Radio Ardia merupakan radio umum dan belum memiliki konsep radio musik jazz. Konsep tersebut baru dimulai ketika Lusy Laksita bergabung di radio tersebut. Saat diajak bergabung di Radio Ardia, Lusy ingin mengelola radio yang berkarakter, agar berbeda dengan radio-radio lain yang hampir semuanya memiliki segmen yang sama, yaitu radio anak muda. Masyarakat yang tak muda lagi pun tidak mendapatkan radio.

Bertolak dari situ, akhirnya Lusy dan pemilik Radio Ardia memutuskan untuk mengusung konsep radio musik jazz dan lagu lama. Kebetulan pada 2009 belum ada radio yang fokus pada jazz dan si pemilik radio juga menyukai jazz.

Musik Jazz dianggap sebagai musik yang menarik dengan perkembangan luar biasa. Akan tetapi, Lusy menganggap apabila radio terlalu segmented akan kurang menarik. Akhirnya diputuskan selain jazz, radio ini juga akan memutar lagu-lagu established tahun 80’ dan 90’-an.

Konsep musik jazz dan established yang dipegang teguh oleh Ardia juga diberlakukan kepada pegawai mereka. Mereka memilih pegawai yang benar-benar paham dengan konsep itu. Begitu pula dengan penyiar.

“Penyiar tidak hanya mengerti, tidak hanya sekedar memutar, tapi juga dapat bercerita tentang lagu itu. Meskipun banyak radio lain yang memutar lagu lama, tapi kami punya karakter sendiri,” kata Lusy.

Selain megusung musik jazz, seni budaya dan musik juga menjadi fokus utama konten siaran Ardia. Selama siaran, Radio Ardia tidak akan membahas masalah seperti politik atau ekonomi. Untuk penempatan acara, Radio Ardia memiliki strategi tersendiri. Acara-acara istimewa terletak pada pukul 15:00 -17:00 WIB dan pukul 21:00 – 23:00 WIB. Tema-tema yang diusung pun berbeda tiap harinya. Contohnya musik rock diputar tiap Senin, musik dance fussion setiap Selasa, R n B tiap hari Kamis, dan lainnya.

Radio Ardia tidak memiliki target umur tertentu. Sejak awal, Radio Ardia telah menetapkan target pendengarnya merupakan penyuka musik jazz dan lagu lama. Meskipun begitu, rata-rata usia pendengar Radio Ardia sekitar 30 hingga 40 tahun.

Akan tetapi, akhir-akhir ini jazz semakin disukai oleh anak muda dan tak jarang dari mereka yang ingin mendengarkan talkshow tentang musik Jazz. Ini menjadi keuntungan sendiri bagi Ardia dalam menjaga eksistensi mereka karena mereka tidak takut musik Jazz akan ditinggalkan. Bahkan melalui fasilitas streaming, pendengar Radio Ardia telah merambah ke luar negeri, seperti Australia. Pendengar-pendengar dari di luar negeri tersebut juga kerap memberikan pesan melalui media sosial Radio Ardia.

“Harapan ke depan, semoga Ardia dapat menjadi radio yang memberikan lagu-lagu terbaik dan yang ngangenin melalui lagu-lagu established yang kami putar. Kami ingin jika seseorang mendengar suatu lagu, ia jadi teringat sesuatu dan semoga Radio Ardia bisa jadi teman siapa pun dan di manapun,” kata Lusy.

About the author

anindyaghassani

anindyaghassani

a student and loyal fangirl. my life divided on book, food, sweets, oppa and you, peeps. cheers!