ALL Radio

Radio PamitYang2an, Berawal dari Hobi di Kontrakan Kecil

nesyagata
Written by nesyagata

Siapa yang menyangka hobi berkicau di jejaring sosial Twitter dapat mendatangkan keuntungan besar dan penggemar banyak? Hadir dengan konsep berbeda dari sebuah kontrakan kecil di daerah Condongcatur, Radio PamitYang2an (PYY) yang berdiri pada 2010 kini menjadi salah satu primadona anak muda.

Ini semua berawal dari iseng bermain Twitter dan berkicau mengenai hal-hal galau yang identik dengan anak muda. Oleh karena itu PYY dinamakan qwerty radio karena interaksinya hanya melalui teks (Twitter). Setelah sukses mendapatkan tempat di hati para pengguna Twitter, para pendiri PYY berniat menjadikan PYY sebuah radio streaming. Hanya lagu-lagu tanpa suara penyiar menjadi ciri khasnya.

Saat itu pendengar masih terbatas teman-teman dekat para pendiri PYY. Kini, dengan jangkauan pendengar yang sudah luas, siapa saja dan dari mana saja dapat meminta lagu apa pun.

Program musik PYY beragam, mulai dari pop, jazz, rock, dangdut hingga campur sari. Program tersebut adalah TERASI (Tembang Rokabili, Surf dan Garasi), MUSOLA (Musik Slow dan Galau), NGACENG (Nglaras Campur Sari Enggal), NGADANG BIS (Nglaras Dangdut Bisa Rikues Di Sini), KONTIL (Komposisi Nostalgia Tembang Inggris LAwas), GADIS DESA (Galau Indies Endosa), NGISING KEPIK (Ngindonesia Singer Kenangan Apik), NGEMUT (Ngerock Malem Jumat), ANSORI (Alternatif Sore Hari), LABIL (Lagu Asix dan Bagus Indonesia Lawas) dan ALAS ROBAN (Alunan Keras Rock Biyanter).

Sebelas program itu dibawakan oleh Dewan DJ yang bertugas memutar lagu sesuai tema pada hari tersebut.

Selain menjadi radio streaming yang digemari anak muda, PYY juga sering menjadi mitra media berbagai acara di Yogya. Uniknya lagi, PYY tidak menetapkan patokan harga untuk kerjasama ini.

“Kami hanya bertukar logo saja dan bertugas menyebarluaskan acara-acara yang membutuhkan bantuan. Hanya saja tidak jarang panitia dari acara tersebut memberikan imbalan berupa uang tanpa pernah kami minta nominalnya berapa,” kata Samid, salah satu pendiri PYY.

Pendanaan PYY terbilang mandiri. Urunan dari para pendiri sudah biasa dilakukan untuk membayar listrik, jaringan nirkabel, kontrakan, dan lain sebagainya. Usaha dana juga mereka lakukan demi kelangsungan hidup PYY seperti berjualan suvenir berupa kaos. Dana eksternal yang tidak terduga dari hasil kerjasama media dijadikan tabungan untuk perbaikan infrastruktur.

Relasi adalah hal penting yang dijunjung tinggi oleh para pendiri dan menjadi nyawa bagi PYY. Ini berarti menjalin relasi yang baik dan bersahabat dengan para pendengar maupun penggemar. Cara PYY memperlakukan para pengikutnya di Twitter meningkatkan loyalitas mereka terhadap PYY. Berkat relasi yang sangat baik antara PYY dan pendengar atau penggemar, PYY mendapatkan keuntungan secara tidak langsung seperti sumbangan album terbaru sebuah band indie atau band lain yang membantu memperkaya musik PYY.

Diakui oleh Vindra, salah satu pendiri, PYY hadir untuk mengembangkan hobi awal para pendiri yang kemudian berkembang menjadi radio streaming. Bukan keuntungan finansial yang dicari PYY, melainkan pembangunan komunitas. PYY diharapkan menjadi media alternatif yang mengangkat kultur Yogya dengan tutur, aksen, dan gojekan khas anak muda Yogya yang kreatif, plural, dan melek internet.

About the author

nesyagata

nesyagata