ALL Iklan Luar Ruang

Reklame Rokok, Tidak Dilarang tapi Diatur Ketat

Salah satu titik khusus untuk reklame rokok yang terletak di Kawasan Wirobrajan, Kota Yogyakarta.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh setiap pemerintah daerah tentang iklan reklame rokok berbeda-beda. Untuk Yogyakarta, pemerintah kota  tidak melarang pemasangan reklame rokok, tapi hanya mengaturnya secara lebih ketat.

Hal itu disampaikan oleh RM. Kisbiyantoro, Kepala Seksi Pendaftaran dan Pendataan Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK) Kota Yogyakarta, saat ditemui pada Senin (23/3).

Kisbiyantoro menjelaskan bahwa peraturan tersebut sudah diterapkan sejak 2014, melalui Surat Pemberitahuan Nomor 974/1268 tentang Permohonan Izin Penyelenggaraan Reklame di Kota Yogyakarta.

Menurut surat pemberitahuan tersebut, ketentuan pemasangan reklame rokok didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2013 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Aditif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan pada Pasal 31. Menurut PP itu, iklan rokok tidak diperbolehkan untuk dipasang pada Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan di jalan protokol atau jalan utama.

KTR

Jalan protokol atau jalan utama yang ada di wilayah Kota Yogyakarta terdiri atas delapan belas ruas. Klasifikasi jalan tersebut ditentukan dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 236 Tahun 1997 tentang Jalan Nasional di Wilayah Kota Yogyakarta. Beberapa jalan yang dimaksud tersebut adalah Jalan P. Diponegoro, Jalan Magelang, Jalan Jend. Sudirman, Jalan Urip Sumoharjo, dan Jalan Laksda Adisucipto.

Selain itu, ketentuan lain dalam pemasangannya reklame rokok harus dilakukan sejajar dengan jalan. Ini berarti reklame rokok tidak diperbolehkan dipasang secara melintang atau memotong jalan. Sedangkan, untuk ukurannya tidak diperbolehkan lebih dari tujuh puluh dua meter persegi.

Peraturan tersebut tentu dibuat dengan tujuan untuk menertibkan keberadaan iklan rokok. Lebih lanjut, ia menjelaskan agar pengusaha rokok tidak semena-mena dalam berpromosi. “Ini agar mereka tidak terlalu agresif promosi. Dulu di dekat sekolahan pernah ada promosi rokok, ya anak-anaknya jadi ingin merokok, kan?” jelas Kisbiyantoro.

Jika dibandingkan dengan Ibukota Jakarta, peraturan yang ada di Kota Yogyakarta ini memang jauh lebih longgar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini telah melarang keras pemasangan iklan rokok di media luar ruang.

Namun, kelonggaran di Yogya ini tidak membuat iklan rokok mudah tampil di media luar ruang. Selain ketentuan yang ketat, biaya yang harus dikeluarkan perusahaan rokok pun terbilang tinggi. “Selain berdasar ukuran dan letaknya, iklan paling mahal adalah iklan dengan materi rokok,” ucap Kisbiyantoro.

Sementara itu, Dimas Syibli, salah seorang perokok aktif, mengatakan bahwa peraturan mengenai diperbolehkan atau tidaknya memasang reklame rokok bukanlah suatu masalah. “Toh, frekuensi merokok tidak ada hubungannya dengan keberadaan iklan rokok,” ucapnya. Meski demikian, Dimas berpendapat bahwa iklan rokok berpotensi membuat anak muda tertarik untuk mencoba merokok.

About the author

Aliftya Amarilisyariningtyas

Aliftya Amarilisyariningtyas

13/345882/SP/25573