ALL Apartemen dan Kos

Relasi Pemilik dan Anak Kos yang Tidak Lagi Guyub

Kos-kosan yang telah ada sejak awal tahun 1990 ini sering tampak sepi, terutama pada siang hari.
Kos-kosan yang telah ada sejak awal tahun 1990 ini sering tampak sepi, terutama pada siang hari.
yumnanr
Written by yumnanr

Memasuki Gang Dahlia di Jalan Affandi, Karangwuni, tampak rumah putih yang cukup besar di ujung jalan. Rumah itu, bernama Kos Dahlia, menyediakan hunian bagi puluhan perantau yang belajar di Yogyakarta. Dahulu, kamar kos yang disewakan menjadi satu dengan rumah pemilik kos dan keluarganya. Dengan kondisi fisik rumah yang menyatu, terbentuklah hubungan sosial mirip keluarga, meskipun tidak terlepas dari hubungan ekonomi. Anak kos menganggap induk semangnya sebagai pengganti orangtua, dan keluarga pemilik kos sudah layaknya keluarganya sendiri.

Pada tahun 90-an, Kos Dahlia termasuk salah satu kos eksklusif di Karangwuni

Di era 1990-an, Kos Dahlia ini termasuk salah satu kos eksklusif di Karangwuni.

     Kos-kosan tersebut telah ada sejak era ‘90-an dan telah mengalami banyak perubahan termasuk dari segi hubungan sosial di dalamnya. Pada mulanya, orang menyewa kamar kos dan mengutamakan paseduluran, namun berkembang menjadi hubungan yang lebih bersifat ekonomis antara penyewa dan pemilik kamar sewa. Terlebih pada waktu itu teknologi belum secanggih sekarang. Dulu, ketika penghuni kos ingin meminta izin, mereka harus menemui pemilik kos secara langsung. Sedangkan sekarang, pemilik kos tidak keberatan jika hanya dimintai izin melalui SMS atau telepon.

          Karena hubungan yang terjalin cenderung bersifat kekeluargaan, induk semang juga memiliki beban moral untuk turut bertanggungjawab dalam membimbing dan mendidik anak kos. Sebaliknya anak kos juga memandang induk semang sebagai pengganti orang tua sehingga merasa memiliki kewajiban untuk menaati. Dahulu ketika muncul permasalahan di lingkungan kos, pemilik kos akan ikut turun tangan menyelesaikan permasalahan tersebut. Seperti yang diceritakan oleh pemilik kos, Suprihati, di akhir tahun ‘90-an terdapat penghuni kamar kos yang tertangkap mengambil barang-barang tanpa izin. Akhirnya Suprihati memanggil anak tersebut untuk dimintai kejelasan.

loading...

           Tapi sekarang, jangankan peduli, pemilik kos tersebut bahkan mengakui tidak mengenal dekat penghuni-penghuni kamar kosnya. Hal ini juga dapat disebabkan karena bangunan kos kini terpisah dengan rumah pemilik kos tersebut. Seperti yang diceritakan oleh Nurul Amanah (20), salah satu penghuni kos, anak-anak tidak begitu mengenal pemilik kos sehingga enggan untuk melapor dan memilih untuk diam saja.

            “Pernah ada anak kos yang suka pakai alat dapur seenaknya, tidak membereskan lagi setelah pakai. Anak-anak kos yang lain diam saja, tidak ada yang mau lapor atau inisiatif langsung menegur,” kata Nurul.

              Perubahan relasi seperti ini juga terjadi di beberapa kos lawas lainnya. Salah satunya kos yang telah ada sejak 1990 di Pogung Baru Blok A3/7. Dahulu hubungan antara induk semang dan penghuni kos sangat dekat, bahkan benar-benar sudah seperti keluarga. Aliftya Prameswari (24), mantan penghuni kos tersebut yang pernah tinggal cukup lama, mengaku sangat akrab dengan keluarga pemilik kos. Bahkan ia pernah tidak membayar uang sewa kos selama 3 bulan.

Kos-kosan yang telah ada sejak awal tahun 1990 ini sering tampak sepi, terutama pada siang hari.

Kos di Pogung Baru yang telah ada sejak 1990 ini juga mengalami perubahan relasi antara pemlik dan penghuni kos.

      Namun penghuni kos sekarang mengaku tidak begitu dekat dengan pemilik kos. Hal ini disebabkan karena kini pemilik kos sudah tua dan sulit diajak berkomunikasi. Mereka mengaku hanya berinteraksi dengan asisten rumah tangga yang mengurusi kos-kosan. “Pemilik kos sudah sulit diajak komunikasi, sehari-hari juga hanya duduk nonton televisi. Jadi kalau anak-anak kos ada perlu ya menghubungi pembantu,” ujar Nizza Nurmalia Zulva (20), salah satu penghuni kos.

       Kedua kos-kosan di atas hanyalah sedikit dari banyaknya kos lawas yang kini sudah tidak sehangat dan seguyub pada masa 90-an. Pergeseran relasi ini menunjukkan bahwa perkembangan zaman dan teknologi yang sangat pesat dapat memengaruhi kehidupan sosial masyarakat, termasuk dalam lingkungan kos.

loading...

About the author

yumnanr

yumnanr