ALL Tata Kota

Si Thole “Musuh” Pemandu Wisata

thole
maharsitama
Written by maharsitama

Sebagai salah satu objek wisata yang paling ramai dikunjungi, Tamansari memiliki masalah kemacetan yang rumit, terutama saat musim liburan. Solusi pemerintah adalah menyediakan Si Thole, sebagai ganti atas larangan parkir bus-bus wisata di njeron beteng. Namun, belum setahun beroperasi, Si Thole justru dimusuhi para pemandu wisata.

Jika musim liburan tiba, Tamansari selalu ramai dipadati wisatawan, yang berujung pada  kemacetan. Apalagi Tamansari merupakan bangunan cagar budaya yang lokasinya berada di wilayah Njeron Beteng Kraton Ngayogyakarta, yang mempunyai ukuran jalan kecil.

Salah satu solusi yang ditempuh pemerintah adalah dengan melarang bus-bus pariwisata memasuki area njeron beteng. Sebagai gantinya, pemerintah menyediakan shuttle bus khusus yang diberi nama Si Thole. Dalam perkembangannya, Si Thole belum juga memberikan kenyamanan dan kepuasan bagi banyak pihak, termasuk bagi para pelaku wisata objek Tamansari, terutama pemandu wisata.

“Ternyata Si Thole bukan hanya sebagai penghubung atau pengantar saja. Tetapi kadang-kadang mereka juga sebagai pemandu, yang memasukkan wisatawan untuk berbelanja souvenir. Ini jelas tidak etis. Itu ranahnya pemandu wisata,” kata Sutaryoko, ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Kelurahan Patehan.

“Di samping itu, Si Thole perlu ada penataan lagi. Sekarang masih sangat terbatas jumlahnya. Apalagi kalau shuttle  yang tersedia hanya sedikit, pasti akan berdampak terhadap jadwal kunjungan dari agen wisata, “ kata Sutaryoko.

loading...
DSC_0338

Salah satu armada dari Si Thole yang berhenti di halte Keben, belakang Keraton. Di sini, banyak terdapat toko oleh-oleh khas Yogya

Di kesempatan lainnya, Bambang, salah satu warga lokal asli Kampung Tamansari yang juga aktif terdaftar sebagai pemandu wisata juga turut mengamini apa yang dikatakan oleh Sutaryoko.

“Isu tersebut memang sedang hangat. Waktu pelatihan dengan LMPK di kelurahan, masalah itu juga sempat dibahas oleh Pak Camat,” kata Bambang.

Bambang menambahkan, dalam pelaksanaannya Si Thole sebaiknya dikaji ulang.

“Aturannya adalah kendaraan yang dapat mengangkut delapan orang atau lebih dilarang masuk ke njeron beteng. Tetapi mengapa juatru aturannya dilanggar sendiri? Seharusnya Si Thole juga dilarang masuk,” kata Bambang.

Kasus ketegangan antara Si Thole dan pemandu wisata seharusnya dapat diselesaikan dengan cara komunikasi dan musyawarah yang baik. Kesalahpahaman seperti ini tidak akan terjadi jika pemerintah hadir sebagai fasilitator bagi warga lokal yang dapat mengangkat devisa pariwisata Yogya.

“Yang perlu dipahami, kebijakan apa pun pasti tidak akan pernah bisa memuaskan semua pihak. Pasti akan ada pihak yang merasa dikecewakan. Kami hanya mempertanyakan proses kebijakan tersebut. Selama ini kami ditinggalkan. Teman-teman pelaku wisata di njeron beteng tidak pernah diajak bicara sama sekali,” tutup Sutaryoko.

loading...

About the author

maharsitama

maharsitama

you gotta know where you stand and why you stand here.
cheers, cherry 'n dynamit!

  • Useful info. Fortunate me I found your website by accident, and I’m shocked why this twist of fate did
    not took place in advance! I bookmarked it.