ALL Radio

Tersapelu, Program Rutin Pertama dari Radio Tersapa

1426938737504-424x600
Awik
Written by Awik

Radio Tersapa kini telah memiliki program rutin yang hadir setiap malam Minggu, yaitu Tersapelu. Program ini dibawakan oleh dua orang yang mempunyai jargon  “ga terkenal tapi sok asik yang suka dengerin dan gosipin musik”, yaitu Hesti Widianingtyas dan Kirana Wistiani.

Program ini sudah mulai mengudara sejak tahun lalu. Namun saat itu program masih belum dipikirkan secara serius, dan namanya  juga masih All About That Band.

“Kami berpikir bahwa All About That Band cuma tentang band, padahal banyak penyanyi solo yang keren juga. Kita ganti Tersapelu karena terdengar mirip dengan Tersapa dan sapelu seperti siapa kamu, siapa band itu, atau siapa penyanyi itu,” kata Hesti, salah satu penyiar Tersapelu.

Tersapelu yang target pendengarnya anak muda ini lebih condong ke arah hiburan daripada edukasi.

Program ini selain memainkan lagu juga membahas band atau penyanyi yang berbeda setiap minggunya, contohnya seperti Oasis dan juga Arctic Monkeys yang dibahas pada dua siaran sebelumnya. Tersapelu juga memberi info menarik yang sedang hangat yang membuat acara ini menjadi pilihan hiburan di malam Minggu.

loading...
IMG_20150328_203107

Tersapelu saat siaran di Maho, tempat siaran Radio Tersapa

Kendala utama Tersapelu adalah koneksi internet yang naik turun dan alat siaran yang masih seadanya. “Koneksi internet kadang bagus kadang tidak, jadi kurang stabil, pendengar jadi malas kalau eror terus,” kata Hesti.

Tia, yang juga penyiar Tersapelu, mengatakan bahwa kurangnya operator juga merepotkan penyiar.

Selain itu, pihak Tersapa pun diangap kurang maksimal memberi dukungan, misalnya dalam pemberian dana dan pemberitaan tentang radio Tersapelu.  Tia berharap bahwa Tersapelu nantinya punya alat rekaman sendiri yang bagus.

Namun dengan berbagai kendala, Tersapelu masih ingin mencapai tujuan utama mereka. Seperti dijelaskan Hesti bahwa Tersapelu ingin bisa mengudara tidak hanya lewat internet namun juga lewat frekuensi. Mereka berniat untuk membangun menara di Maho yang merupakan tempat siaran mereka, agar mampu didengar di seluruh pelosok DIY lewat radio tanpa harus menggunakan internet.

loading...

About the author

Awik

Awik

Mencoba nulis karena malu ngomong