ALL Apartemen dan Kos

Tinggal Bersama Satwa, Anak Kos Butuh Biaya Ekstra

Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang paling disukai anak kos, terutama wanita.
yumnanr
Written by yumnanr

        Sejumlah perantau yang tinggal di kos atau kontrakan di Yogyakarta memilih untuk  mengadopsi kucing sebagai hewan peliharaan. Namun, mereka harus rela mengeluarkan uang lebih tiap bulannya karena biaya perawatan kucing tidaklah murah.

             Nadia Fitri (20), mahasiswi UGM asal Cirebon, mengaku mengeluarkan biaya sekitar Rp 250.000- per bulan untuk kebutuhan kucingnya. Mau tak mau ia meminta uang tambahan kepada orang tuanya karena belum memiliki penghasilan sendiri. “Saya beri makan yang tidak terlalu mahal agar tidak banyak pengeluaran ” jelasnya pada Sabtu (28/3).

         Tak berbeda dengan Nadia, sejumlah perempuan yang tinggal di rumah kontrakan bernama Jogjakarta’s Secret Angels di Jalan Kaliurang Km. 5 juga memelihara seekor kucing Persian bernama Cilla. Cilla merupakan milik salah seorang penghuni kontrakan yang akhirnya dirawat secara bersama. Biaya perawatan kucing  ditanggung bersama, kecuali makanan yang menjadi tanggung jawab si empunya. “Dulu Cilla pernah rawat inap di rumah sakit dan kami iuran Rp 800.000,- per orang,” kata Mia Ainun (20), salah seorang penghuni kontrakan. Ketika penghuni kontrakan pulang ke kampung halaman, Cilla pun dititipkan ke penitipan hewan yang tentunya membutuhkan biaya lagi. “Sekali ditinggal liburan bisa keluar uang sekitar 2 juta,” katanya.

Cilla, kucing Persian peliharaan penghuni Jogjakarta's Secret Angels

Cilla, kucing Persian peliharaan penghuni Jogjakarta’s Secret Angels

            Selain harga adopsinya yang cukup tinggi, perawatan kucing jenis Persian ini memang lebih rumit dan membutuhkan ketelatenan. Bukan hanya itu, biaya perawatannya pun terbilang cukup mahal. Kebutuhan kucing tiap bulannya bahkan bisa melebihi kebutuhan pemiliknya. Contohnya saja untuk makanan kucing dengan kualitas paling bagus pemilik harus mengeluarkan uang antara Rp 70.000,- hingga Rp 93.000,- per kilogram, sedangkan makanan dengan kualitas di bawahnya berkisar antara Rp 33.000,00 hingga Rp 45.000,00 per kilogram. Untuk 1 kucing biasanya membutuhkan 1 kilogram per minggu.

Makanan kucing kualitas standar dalam kemasan kiloan

Selain itu, kucing juga harus dimandikan secara rutin minimal sebulan sekali. Biasanya anak kos tidak mau melakukannya sendiri dan memilih untuk memasukkan kucing kesayangannya ke petshop. Rata-rata petshop mematok harga jasa grooming (mandi) Rp 40.000,- untuk mandi sehat, Rp 50.000,- untuk mandi bebas jamur atau kutu, dan Rp 60.000,- untuk mandi lengkap.

             Belum lagi kalau si kucing terkena penyakit, pemilik harus memeriksakannya dan membeli obat agar si kucing segera sembuh. Ketika musim liburan datang, pemilik juga harus menitipkannya ke petshop yang mematok harga harian. Rata-rata pemilik kucing harus membayar Rp 25.000,- per harinya, itu pun mereka masih harus menyediakan makanan sendiri. Jika ditotal pemilik kos harus mengeluarkan sekitar Rp 250.000,- hingga Rp 500.000,- per bulan hanya untuk biaya perawatan kucing. Angka tersebut bukanlah angka kecil, terlebih bagi mahasiswa kos atau perantau lainnya yang mayoritas belum memiliki penghasilan sendiri.

         Selain itu, kebersihan juga harus selalu dijaga oleh pemiliknya. Menurut beberapa orang, kucing membawa penyakit tokso yang berbahaya bagi perempuan karena dapat menyebabkan kemandulan. Namun itu kembali lagi pada perawatannya. Kalau kos atau kontrakan dibiasakan bersih, penghuni dan kucingnya pun juga akan sehat. “Penyakit tokso dapat dihindari asal kita menjaga kebersihan. Yang penting jangan malas untuk cuci tangan,” jelas drh. Ida Sulistyawati, pada Minggu (29/3).

       Memelihara kucing di kos atau kontrakan memang menyenangkan. Namun sebagai perantau yang masih mengandalkan uang bulanan dari orangtua, mahasiswa harus memperkirakan apakah ia mampu merawat peliharaanya dengan baik, termasuk secara finansial.

About the author

yumnanr

yumnanr