ALL Seni Tradisional

Unit Kesenian Jawa Gaya Surakarta, Meriahnya Budaya Tradisional

Unit Kesenian Jawa Gaya Surakarta (UKJGS) merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) Universitas Gadjah Mada yang bergerak di bidang kesenian tradisional. UKJGS awalnya bernama Keluaga Kesenian Mahasiswa UGM (KKM) berdiri sejak 19 Desember 1968. Selanjutnya KKM berganti menjadi UKJGS dan khusus menggeluti bidang kesenian Jawa Gaya Surakarta. UKJGS memfasilitasi mahasiswa-mahasiswi UGM yang ingin belajar seni tari dan karawitan gaya Surakarta di tengah kegiatan kuliah.

Pada proses rekruitmen anggota, peserta diperkenankan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp.15.000 dan mengikuti tes wawancara. Setelah diterima, anggota dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar seni seumur hidup. Selain itu, anggota UKJGS juga akan mendapat manfaat lainnya seperti pengalaman organisasi.

“Ikut UKJGS itu kelebihannya selain bisa belajar seni, belajar pengalaman organisasi, terus bakal dapat keluarga baru juga,” ujar  Ina, salah satu mahasiswa fakultas Teknik Kimia UGM yang pernah menjabat sebagai sekertaris kepengurusan UKJGS periode 2012-2013.

Soal prestasi, UKJGS tidak perlu diragukan. Proyek UKJGS sangat banyak. Untuk yang sistem berbayar tiap tahun bisa mencapai sekitar 60 pementasan. Kemudian ada juga pementasan khusus bakti sosial tanpa dipungut biaya. Bahkan setiap tahunnya UKJGS selalu diundang untuk tampil di Malaysia.

“Bermula dari kemenangan kompetisi di Bandung yang berkelanjutan tampil di Malaysia, sekarang setiap tahun UKJGS selalu memperoleh undangan untuk tampil,” kata Gunita, kepala divisi media humas periode 2014.

UKJGS memiliki lima program tetap tahunan. Pertama, Gladhi Purwo, yakni acara pelatihan anak baru yang bertujuan untuk mengenalkan UKJGS dan menumbuhkan rasa memiliki dari anggota baru. Kedua, Gladhi Madya, ajang anggota baru untuk pentas perdana. Biasanya dilakukan 3 bulan setelah Gladhi Purwo.

Ketiga, Pentas Sendratari Ramayana di Prambanan pada bulan Desember, Januari, Februari Maret untuk panggung tertutup dan Agustus, September, Oktober untuk panggung terbuka. Keempat, Gladhi Agung, yaitu bakti seni UKJGS untuk masyarakat tanpa memungut biaya apa pun.

Terakhir adalah Ambal Warsa, peringatan ulang tahun UKJGS setiap tanggal 19 Desember. Ambal Warsa biasanya dirayakan dengan membuat pementasan, tetapi untuk tahun lalu terdapat perubahan acara, Ambal warsa diperingati melalui gala dinner untuk internal bersama para alumni.

Bagi yang tidak memiliki kemampuan dasar seni sama sekali, tidak perlu khawatir. “Di UKJGS kita belajar bersama. Yang terpenting adalah keaktifan mengikuti latihan, baru kemampuan. Mereka yang memiliki kemampuan baik tapi kalau tidak pernah datang latihan belum tentu dipakai. Sebaliknya, yang sebelumnya tidak bisa sama sekali tapi rajin datang, suatu saat pasti dipakai,” kata Ina.

Untuk bisa menguasai materi diperlukan ketekunan dan keseriusan belajar. Namun semua itu dikemas dengan santai dan menyenangkan di UKJGS dengan pelatih yang baik, juga sistem kekeluargaan yang dibangun. Bahkan diakui Ina, faktor yang membuatnya tetap semangat latihan meski jadwal kuliah sibuk adalah rasa kekeluargaan yang terjalin. Dan hal itu yang tidak didapatkan ketika ia belajar seni di tempat lain.

Mengenai jadwal latihan, karena biasanya pendaftar awal sangat banyak terdapat beberapa sesi latihan satu jam perhari. Namun kemudian seleksi alam terjadi. Paling tidak sekitar setengah tahun beberapa anggota baru pasti akan menghilang satu persatu. Sehingga jadwal latihan akan bertambah.

Koestandriyanto, divisi media humas periode 2015, mengatakan bahwa jumlah awal pendaftar bisa mencapai 300an, bahkan di tahun ini mencapai 400an lebih. Namun terjadi penyusutan hingga menjapai 150an orang. Jumlah tersebut masih terbilang banyak, karena anggota UKJGS akan dianggap aktif selama dia belum lulus. Dan hal ini juga terkait keperluan pementasan anggota biasa dirolling dan diplotting.

Belakangan tren semangat mengikuti UKJGS mulai naik. Walaupun sudah pasti ada seleksi alam tetapi jumlah anggota setia selalu bertambah tiap tahunnya. “Jadi setiap tahun memang terus bertambah. Namun untuk angka pasti penambahan jumlah masih sulit diketahui, diperkirakan terjadi penambahan 20 untuk semua anggota,” ujar Koestandriyanto.

Hal ini juga dibenarkan oleh Rias, anggota UKJGS 2013. Untuk menjaga kualitas, saat ini tiap anggota mendapat buku kehadiran, sehingga bisa dipantau lebih baik secara administrasi.

“Anak- anaknya pada semangat latihan. Sekarang masing- masing anak dikasih buku kehadiran,” ujar Rias.

Twitter: @ukjgs_ugm

Web: ukjgs.ukm.ugm.ac.id

About the author

Raras

Raras