ALL Iklan Luar Ruang

Videotron sebagai Media Informasi Pemprov D.I.Y.

sejenak memandangi. 
Gambaran kecil Jogja melalui layar raksasa. 

(videotron di depan Plaza Informasi, Jalan Brigjen Katamso)
sejenak memandangi. Gambaran kecil Jogja melalui layar raksasa. (videotron di depan Plaza Informasi, Jalan Brigjen Katamso)
elfi
Written by elfi
Pemanfaatan videotron di depan Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta

Videotron menjadi media sosialisasi sekaligus sumber pendapatan pemerintah provinsi.

 

Salah satu terobosan Pemerintah D.I.Y. untuk menyiarkan informasi kepada warga adalah menggunakan videotron, yakni iklan luar ruang berbasis video. Saat ini telah ada tiga videotron, dan salah satunya merupakan kerjasama pemerintah dengan PT. Telkom.

 Tiga videotron tersebut bertempat di depan Plaza Informasi Jalan Brigjen Katamso, di depan Kompleks Kepatihan, dan di depan Dinas Pariwisata. Dua videotron pertama dikelola sendiri oleh Pemda D.I.Y dan secara khusus memang difungsikan sebagai media informasi pemerintah. Sementara itu, videotron berukuran 4×6 meter yang berada di depan Dinas Pariwisata digunakan untuk tujuan komersial dan dikelola oleh MD MEDIA, salah satu anak perusahaan PT Telkom.

Keberadaan videotron memang sangat membantu Pemda D.I.Y., karena sosialisasi akan menghemat ruang dan materi. Satu videotron dapat menayangkan berbagai iklan layanan masyarakat yang hanya dibatasi waktu tayang. Durasi yang tak terlalu panjang juga memudahkan pejalan kaki dalam menyerap informasi. Selain itu, Pemda DIY juga akan menerima pajak sewa tanah dan bagi hasil dari PT Telkom secara rutin setiap tahun.

Adanya videotron tersebut memang merupakan bentuk kerja sama antara PT Telkom dan Pemda D.I.Y, dalam hal ini Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA), Biro Umum, Hubungan Masyarakat dan Protokol, dan Dinas Pariwisata SERTA Badan Kerjasama Penanaman Modal (BKPM). Dalam pelaksanaanya, PT Telkom adalah sebagai pengelola dan pemilik asset, sementara Pemda DIY sebagai pemilik lahan.

loading...

Dalam kerja sama ini, PT Telkom membayarkan sewa tempat dan bagi hasil kepada Pemda D.I.Y. melalui DPPKA. Selanjutnya pemasangan iklan di depan Dinas Pariwisata dikelola melalui BKPM. Pihak yang berminat memasang iklan dapat melalui BKPM, kemudian BKPM akan berkoordinasi dengan PT Telkom perihal penayang video. Dalam hal ini BKPM tidak bisa secara langsung menayangkan iklan video di videotron, sebab server yang mengelola videotron tersebut berada di PT Telkom Pusat, Jakarta.

Pro dan Kontra

Menurut Sinang Sukanta, Kepala Bidang Perencanaan dan Promosi BKPM, videotron memberikan manfaat bagi pemerintah, pengusaha dan masyarakat luas. Seperti halnya ketika perkawinan putri Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Oktober 2011, videotron bisa melayani antusiasme warga yang ingin menyaksikan pagelaran tersebut.

Bagi Anwar, pedagang minuman di dekat Dinas Pariwisata, videorton membantunya menjual barang dagangan. Dengan adanya informasi melalui videotron, wisatawan akan berhenti sejenak menyaksikannya, dan saat itulah Anwar menawarkan minuman yang dijualnya. “Ya tidak perlu capek-capek keliling, begitu ada yang berhenti, langsung ditawari minuman,” kata Anwar. dengan senyum terpancar dari wajahnya.

Namun, Widi, warga Maluku yang sudah dua tahun menetap di Yogyakarta, mengungkapkan bahwa dia merasa terganggu dengan adanya videotron di Jalan Malioboro. Menurutnya hal tersebut justru menghilangkan citra jogja yang sebenarnya. Dulu bayangan Widi tentang Yogyakarta adalah kota tua yang masih terjaga bangunan dan suasananya, bahkan Widi pernah membayangkan bahwa rumah masyarakat di Yogya  masih berbentuk Joglo. (elf)

 

loading...

About the author

elfi

elfi