ALL

Yogya Design School, Bukan Sekadar LPK Menjahit

Kegiatan pembelajaran pembuatan pola di Yogya Design School, di Jalan Bausasran DN III/594
©Yogya Design School
Kegiatan pembelajaran pembuatan pola di Yogya Design School, di Jalan Bausasran DN III/594 ©Yogya Design School
Written by adilasilmi

Keahlian khusus seseorang bisa didapatkan dengan belajar. Namun, tidak semua sekolah dapat mengajarkan keahlian khusus karena berbagai keterbatasan. Salah satu jalan yang kemudian banyak ditempuh warga adalah mengikuti pendidikan di lembaga pendidikan kursus (LPK).

Yogya Design School (YDS) merupakan satu di antara banyak LPK di Yogyakarta yang bergerak khusus dalam pendidikan busana. Seperti LPK busana pada umumnya, YDS juga memiliki banyak macam pelatihan. Berdiri sejak 2004, YDS memiliki dua jenis program, yaitu pendidikan 6 bulan dan kursus singkat.

Pendidikan 6 bulan berisi materi mulai dari anatomi, ilustrasi desain mode, membuat pola, menjahit hingga mempelajari tentang aksesoris mode—seperti payet. Dulu, tepatnya sebelum tahun 2009, setiap akhir periode pendidikan YDS mengadakan wisuda bagi para muridnya. Wisuda tersebut disusun melalui peragaan busana karya murid-murid yang diwisuda tersebut. Namun, saat ini wisuda sudah tidak pernah lagi dilakukan. Sedangkan dalam kursus singkat, murid mempelajari materi seperti pada pendidikan 6 bulan tapi materinya terpisah, sesuai dengan keinginan murid.

“Yang membedakan YDS dengan LPK busana lain ada pada pelajaran desainnya. Kalau LPK busana lain biasanya hanya sekedar tahu teknik menjahit saja. Namun, di YDS walaupun murid tidak pintar dalam menjahit, mereka bisa tahu mana jahitan yang bagus mana yang jelek hanya dari melihat. Itu karena mereka paham teorinya,” kata Diah, satu pengelola YDS.

YDS juga memiliki slogan, yaitu investasi diri meniti profesi. Slogan ini memang sesuai dengan tujuan yang dimiliki oleh YDS yaitu menyiapkan murid untuk usaha mandiri atau untuk bekerja di perusahaan seperti garmen dan konveksi. Namun, yang sangat disayangkan oleh Diah adalah bahwa saat ini murid-muridnya lebih tertarik untuk langsung terjun menjadi wirausaha. Jarang sekali murid yang ingin berkerja di perusahaan. Padahal tawaran pekerjaan di perusahaan yang masuk melalui YDS sangat banyak jumlahnya dan cukup menjanjikan.

loading...

“Sekarang murid-murid YDS kebanyakan cuma pingin enaknya saja. Mereka ingin semuanya serba instan. Padahal kerja di perusahaan juga merupakan investasi, terlebih untuk membentuk mental,” kata Diah.

Diah mengatakan bahwa di awal berdirinya YDS memiliki 4 jurusan, yaitu busana, arsitektur, visual merchandising, dan desain komputer. Sayangnya, saat ini yang masih bertahan hanya jurusan busana.

Diah mengaku bahwa faktor yang menyebabkan menghilangnya 3 jurusan lain adalah  gempa tahun 2006 dan juga perkembangan teknologi yang menuntut untuk selalu diikuti. Memang, gempa tahun 2006 menyebabkan penurunan yang tajam pada siswa YDS.

“Sebelum gempa, YDS bisa meluluskan sampai 2 angkatan dalam setahun. Saat itu, murid YDS juga tidak cuma dari Yogya. Ada yang dari Papua juga,” kata Diah. Saat ini, YDS baru saja menyelesaikan angkatan pembelajaran pertama di tahun 2015. Namun, masih belum tahu kapan akan mengadakan kelas lagi.

Menjamurnya LPK baik di Yogyakarta ataupun di luar Yogya juga menjadi faktor penting berkurangnya siswa YDS. Di Sleman saja terdapat lebih dari 125 LPK yang aktif, belum di Kota Yogyakarta, Bantul dan kabupaten lain. Diah memperhitungkan bahwa jumlah tersebut akan terus bertambah setiap tahunnya. Diah mengatakan bahwa sebelum gempa, hanya Yogyakarta saja yang memiliki banyak LPK dengan bidang yang beragam. Makanya, orang-orang dari luar Jawa berbondong-bondong datang untuk belajar di Yogyakarta.

Pembelajaran menjahit di Yogya Design School. ©Yogya Design School

Pembelajaran menjahit di Yogya Design School.
©Yogya Design School

loading...

About the author

adilasilmi

  • Ulasan bermanfaat soal seragam Relawan ini baru
    pertama kali saya baca. Bagus banget & penting diketahui.
    Setiap mereka yg pakai ataupun lagi mencari baju relawan spt kemeja
    dan baju di Indonesia perlu baca ulasan ini. Kunjungi juga situs ane yabro, banyak tulisan menarik yg bisa jadi bermanfaat buat para fans baju dr konveksi
    Jaket. Thank you.